Pesawat C-130 militer Kolombia yang membawa 125 tentara dan awak pesawat jatuh di hutan saat lepas landas dari Puerto Leguizamo. Dilaporkan 66 orang tewas akibat kecelakaan tersebut.
Dikutip detikNews dari AFP, Selasa (24/3/2026), 66 orang yang tewas itu terdiri dari 58 tentara tewas, bersama dengan 6 personel angkatan udara dan 2 petugas polisi. Jumlah korban terbaru ini muncul tak lama setelah sekretaris pemerintah daerah Carlos Claros mengatakan kepada televisi RCN bahwa 33 orang tewas, dan upaya sedang dilakukan untuk merawat dan mengevakuasi puluhan lainnya yang terluka.
Ia menambahkan bahwa para penyelidik sedang menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Daerah perbatasan tempat pesawat itu jatuh telah menjadi lokasi aktivitas militer yang intens dalam beberapa pekan terakhir, karena militer Kolombia dan Ekuador berupaya untuk mengatasi kartel dan milisi penyelundup narkoba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gambar AFP dari lokasi kejadian menunjukkan warga sipil berkerumun di sekitar ekor pesawat yang rusak, bernomor FAC 1016, sementara asap dan api mengepul di atas pepohonan. Menteri Pertahanan Pedro Sanchez menyatakan "kesedihan mendalam" atas bencana tersebut, mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan penyebab kecelakaan.
"Ini adalah peristiwa yang sangat menyakitkan bagi negara. Semoga doa kita membawa sedikit penghiburan," kata Sanchez.
Jenderal Carlos Fernando Silva Rueda mengatakan bahwa 114 tentara dan 11 awak pesawat berada di dalam pesawat, melakukan perjalanan dari Puerto Leguizamo ke pos terdepan Amazon di dekatnya.
"Bandara itu kecil dan ada beberapa kesulitan" yang menghambat evakuasi jenazah dan korban luka, kata Jhon Gabriel Molina, gubernur wilayah Putamayo, dalam sebuah video Facebook.
Warga setempat di daerah tersebut menceritakan mendengar suara ledakan keras. "Saya merasakan ledakan di udara dan, ketika saya mendongak, pesawat itu terbang dekat rumah di lahan saya," kata Noe Mota, seorang petani.
Presiden Kolombia Gustavo Petro membagikan rekaman yang menunjukkan pesawat tersebut berusaha menambah ketinggian sebelum jatuh. Ia menggambarkan kecelakaan di X sebagai "kecelakaan mengerikan" dan menekankan perlunya modernisasi peralatan militer Kolombia, meskipun ia tidak secara spesifik menghubungkan kecelakaan itu dengan kondisi pesawat.
Kecelakaan ini adalah kecelakaan kedua yang melibatkan C-130 Hercules, pesawat turboprop bermesin empat buatan Lockheed Martin, di Amerika Selatan dalam waktu kurang dari sebulan.
Sebuah pesawat kargo militer Bolivia yang membawa uang kertas jatuh saat mendarat di dekat La Paz pada 27 Februari, menyebabkan sedikitnya 24 orang tewas. Terkenal karena kemampuannya beroperasi dari landasan udara darurat, pesawat ini banyak digunakan oleh militer di seluruh dunia.
Simak Video "Video: Black Box Pesawat ATR42-500 Ditemukan di Gunung Bulusaraung"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
