Puasa Syawal sering kali terlewatkan setelah euforia Idul Fitri mereda. Padahal di balik amalan sunah ini tersimpan keutamaan yang luar biasa.
Dengan menjalankan puasa selama enam hari di bulan Syawal, seorang muslim berkesempatan meraih pahala yang nilainya setara dengan berpuasa selama satu tahun penuh. Waktu pelaksanaannya bisa dimulai sejak 2 Syawal hingga akhir Syawal.
Keistimewaan ini bukan sekadar janji, melainkan anugerah yang membuka peluang besar bagi siapa saja yang ingin menambah tabungan amal dengan cara yang ringan. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami keutamaannya secara utuh, sehingga kesempatan emas ini kerap terabaikan begitu saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir detikHikmah dari buku Puasa Bukan Hanya saat Ramadhan karya Ahmad Sarwat, mazhab Syafi'iyyah, Malikiyah dan Hanabilah berpendapat puasa Syawal sunnah hukumnya. Cara melakukannya sama seperti puasa pada umumnya.
Banyak keistimewaan yang bisa diraih muslim jika mengamalkan puasa ini. Lantas, seperti apa pahala yang dijanjikan bagi muslim yang berpuasa 6 hari pada bulan Syawal?
Pahala Puasa Syawal 6 Hari Seperti Berpuasa Sepanjang Tahun
Menurut buku Buka Puasa Bersama Rasulullah SAW oleh Muhammad Ridho al-Thurisinai, puasa Syawal diibaratkan sebagai sholat sunnah rawatib yang mengiringi sholat wajib lima waktu. Puasa ini dianggap sebagai penyempurna Ramadan.
Ketika kiamat kelak, amalan-amalan wajib akan dilengkapi dengan perbuatan sunnah yang dikerjakan, salah satunya puasa Syawal. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya terkait ganjaran pahala puasa Syawal,
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim)
Sayyid Sabiq dalam kitabnya Fiqh As Sunnah menuturkan para ulama menyebut puasa Ramadan sama dengan berpuasa selama sepuluh bulan, karena setiap amal kebaikan yang dikerjakan seseorang yang berpuasa di bulan itu pahalanya dilipatgandakan menjadi sepuluh. Kemudian, puasa enam hari di bulan Syawal setara dengan puasa dua bulan, jadi jika ditotal maka menjadi 12 bulan yang artinya sama dengan setahun.
Melalui hadits lainnya, Ibnu Majah berkata:
"Seperti diceritakan Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, 'Puasalah di bulan Syawal,' Lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat." (HR Sunan Ibnu Majah)
Niat Puasa Syawal: Arab, Latin dan Arti
Berikut niat puasa Syawal yang dikutip dari buku Kedahsyatan Puasa tulisan M Syukron Maksum.
ΩΩΩΩΩΩΨͺΩ Ψ΅ΩΩΩΩ Ω ΨΊΩΨ―Ω ΨΉΩΩΩ Ψ£ΩΨ―ΩΨ§Ψ‘Ω Ψ³ΩΩΩΩΨ©Ω Ψ§ΩΨ΄ΩΩΩΩΩΨ§ΩΩ ΩΩΩΩΩ ΨͺΩΨΉΩΨ§ΩΩΩ
Nawaitu shauma ghadin 'an adΓ’'i sunnatis SyawwΓ’li lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’
Artinya: "Aku niat puasa besok pagi pada bulan Syawal, sunnah karena Allah Ta'ala."
Simak Video "Kapan Waktu Terbaik Niat Puasa: Saat Tarawih atau Sahur?"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)
