Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, jagat musik Tanah Air kembali diramaikan oleh karya yang menguras emosi. Grup musik Wijaya 80 resmi menggandeng solois Sal Priadi merilis lagu kolaborasi berjudul "Bulan Bintang, Garis Menyilang" pada Jumat (20/3/2026).
Baru dua hari dirilis, lagu ini langsung melesat dan menempati tangga lagu ke-25. Hingga Minggu (22/3/2026), "Bulan Bintang, Garis Menyilang" telah meraup total streaming hingga 91,5 ribu kali dan disukai lebih dari 25 ribu pendengar.
Lagu yang ditulis bersama oleh personel Wijaya 80, yaitu Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe, bersama Sal Priadi ini sukses memadukan warna pop klasik khas Wijaya 80 dengan lirik puitik kontemporer milik Sal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daya tarik utama lagu ini terletak pada tema yang diangkat, yakni tentang cinta lintas keyakinan dan keberanian untuk bertahan di tengah perbedaan. Kisah ini tentunya banyak terjadi dan relate bagi para muda-mudi yang memiliki pasangan beda agama.
Premis ini rupanya diambil dari kisah nyata yang tengah dialami oleh salah satu personel Wijaya 80, sehingga pesannya terasa sangat personal dan emosional.
Lirik pembukanya pun langsung menohok dan mencuri perhatian pendengar, "Kalung salib kecil itu / tak perlu kau tutupi / ketika kau bertemu keluargaku." Penasaran dengan lirik lengkap dan makna mendalam di baliknya? Simak ulasan berikut ini, detikers!
Lirik Lagu Bulan Bintang, Garis Menyilang
Kalung salib kecil itu
Tak perlu kau tutupi
Ketika kau bertemu keluargaku
Jangan kamu malu
Apakah ini terlarang
Kata mama ini dosa
Satu hal yang paling aku tahu
Aku sayang kamu
Tuhan
Apakah mungkin masih Engkau terima
Dua insan yang keyakinannya beda
Juga mungkin pintu masuknya tak sama
Tuhan
Kalau jalan ceritaku memang dia
Karangkan cerita seindah indahnya
Maafkanku terlalu banyak meminta
Tuhan
Apakah ini terlarang
(apakah ini terlarang)
Kata mama ini dosa
Satu hal yang paling aku tahu
Aku sayang kamu
Tuhan
Apakah mungkin masih Engkau terima
Dua insan yang keyakinannya beda
Juga mungkin pintu masuknya tak sama
Tuhan
Kalau jalan ceritaku memang dia
Karangkan cerita seindah indahnya
Maafkan ku terlalu banyak meminta
Tuhan
Tuhan
Apakah mungkin masih Engkau terima
Dua insan yang keyakinannya beda
Juga mungkin pintu masuknya tak sama
Tuhan
Kalau jalan ceritaku memang dia
Karangkan cerita seindah indahnya
Maafkanku terlalu banyak meminta
Tuhan
Makna Lagu Bulan Bintang, Garis Menyilang
Secara garis besar, makna lagu "Bulan Bintang, Garis Menyilang" bercerita tentang dilema hubungan dua insan yang terhalang tembok perbedaan keyakinan.
Ada kebingungan dan kesedihan yang tergambar jelas dalam liriknya. Di satu sisi, mereka saling mencintai dengan tulus.
Namun di sisi lain, hubungan tersebut kerap dianggap salah, penuh batasan, dan dinilai berdosa oleh lingkungan sekitar.
Lewat lagu ini, Wijaya 80 dan Sal Priadi menyuarakan sebuah harapan dan doa agar cinta mereka tetap bisa diterima, meskipun faktanya jalan yang ditempuh tidak pernah mudah.
"Sebuah lagu tentang cinta kasih yang diambil dari kisah lintas keyakinan dan keberanian untuk tetap bertahan," tulis akun Instagram resmi Wijaya 80 saat mempromosikan lagu ini.
Bagi detikers yang sedang atau pernah mengalami fase cinta beda agama, lagu ini dijamin sukses bikin relate dan galau maksimal.
Simak Video "Video: Drake Luncurkan 3 Album Sekaligus, Bikin Spotify-Apple Music Down!"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)











































