Bacaan Takbiran Idul Fitri 2026 Panjang dan Pendek, Lengkap dengan Artinya

Aisyah Luthfi - detikSumut
Jumat, 20 Mar 2026 17:00 WIB
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/iStockphoto/REIMUSS)
Medan -

Malam ini, seiring dengan berakhirnya bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia akan menyambut datangnya 1 Syawal 1447 H. Suara lantunan takbir akan mulai berkumandang bersahut-sahutan dari berbagai masjid, musala, hingga penjuru jalanan.

Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), diketahui bahwa tradisi takbiran ini bukan sekadar ekspresi kegembiraan menyambut Hari Raya Idul Fitri, melainkan bentuk zikir dan rasa syukur seorang Muslim kepada Allah SWT karena telah berhasil menyelesaikan ibadah puasa sebulan penuh.

Agar ibadah di malam kemenangan ini semakin khusyuk, penting bagi detikers untuk mengetahui ragam bacaan takbiran Idul Fitri. Berikut adalah teks takbiran versi panjang dan pendek lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya. Yuk, simak!

Dalil dan Makna Menggemakan Takbir Idul Fitri

Anjuran untuk bertakbir dan mengagungkan nama Allah SWT pada malam Idul Fitri disandarkan langsung pada firman-Nya dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 185:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: "Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."

Imam Ibn Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dan Syekh Jamaluddin al-Qasimi (wafat 1332 H) menjelaskan bahwa bertakbir adalah wujud rasa syukur hamba yang menyadari kebesaran dan keagungan Allah SWT.

Selain itu, Syekh Ibrahim al-Bajuri (wafat 1276 H) menyebutkan bahwa membaca takbir di malam Idul Fitri sangat disunnahkan untuk dikeraskan suaranya. Anjuran ini berlaku bagi seluruh Muslim, baik laki-laki maupun Perempuan, yang sedang berada di rumah, di masjid, maupun dalam perjalanan, sebagai bentuk syiar hari raya.

Bacaan Takbiran Idul Fitri Versi Pendek

Teks takbiran versi pendek ini adalah bacaan ringkas yang paling umum dan sering dilantunkan secara serentak oleh para jemaah:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Arab Latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil-hamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya."



Simak Video "Video: Arus Wisata Jalur Puncak Padat Malam Ini"

(mjy/mjy)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork