Berapa Jumlah Takbir Salat Idul Fitri 1447 H? Ini Tata Cara-Bacaan Lengkapnya

Berapa Jumlah Takbir Salat Idul Fitri 1447 H? Ini Tata Cara-Bacaan Lengkapnya

Aisyah Luthfi - detikSumut
Jumat, 20 Mar 2026 05:00 WIB
Ilustrasi salat tarawih. (Chat GPT)
Foto: Ilustrasi salat. (Chat GPT)
Medan -

Menjelang 1 Syawal 1447 H, umat Islam di seluruh Indonesia mulai bersiap menyambut hari kemenangan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Sementara itu, kepastian tanggal resmi dari pemerintah masih menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar pada hari ini, Kamis, 19 Maret 2026.

Terlepas dari kapan jatuhnya perayaan Lebaran, salah satu ibadah utama yang paling dinantikan dan sangat dianjurkan (sunah) di pagi hari raya adalah Salat Idul Fitri.

Ibadah ini memiliki keutamaan dan tata cara yang sedikit berbeda dibandingkan salat fardu maupun salat sunah lainnya. Perbedaan yang paling mencolok terletak pada jumlah takbir. Agar ibadah detikers makin khusyuk, mari simak penjelasan lengkap mengenai jumlah takbir, bacaan, dan tata caranya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumlah Takbir dalam Salat Idul Fitri

Salat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat, baik secara berjemaah maupun sendiri. Jumlah takbir tambahannya lebih banyak daripada salat biasa. Mengutip panduan salat sunah Idul Fitri dari laman NU Online, berikut rinciannya:

  • Rakaat Pertama
    Setelah mengangkat tangan untuk takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, disunahkan untuk melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.
  • Rakaat Kedua
    Setelah bangkit berdiri dari sujud untuk memulai rakaat kedua, disunahkan untuk melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.

ADVERTISEMENT

Bacaan Tasbih di Sela-Sela Takbir

Di sela-sela jeda antara setiap takbir tambahan tersebut, detikers dianjurkan untuk melafalkan pujian kepada Allah SWT. Berikut adalah bacaan yang disunahkan:

Lafal Pertama:

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Arab Latin: Allahu akbar kabira, walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila

Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."

Atau Lafal Kedua:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Arab Latin: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar."

Tata Cara Salat Sunah Idul Fitri 1447 H

1. Berniat dalam hati sesuai dengan peran sebagai imam atau makmum. Ini bacaan niat salat sunah Idul Fitri:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

Arab Latin: Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini ma'mûman (jika jadi imam pakai "imaman") lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

2. Mengangkat tangan dan membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar), lalu membaca doa iftitah.

3. Mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama sebelum membaca surat Al-Fatihah.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

5. Dilanjutkan dengan membaca surat Al-A'la.

6. Gerakan Rukuk, Iktidal, Sujud, dan Duduk di Antara Dua Sujud. Melaksanakan gerakan sebagaimana dalam salat pada umumnya.

7. Rakaat Kedua. Setelah berdiri kembali, membaca takbir sebanyak lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.

8. Setelah Al-Fatihah, membaca surat Al-Ghasiyah.

9. Melanjutkan gerakan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, hingga duduk tahiyat akhir dan salam.

Sunah Mendengarkan Khutbah

Setelah rangkaian salat Idul Fitri ditutup dengan salam, jangan terburu-buru beranjak pergi. Setiap muslim sangat disunahkan untuk duduk tenang dan mendengarkan khutbah, terutama jika salat dilaksanakan secara berjemaah.

Hal ini didasarkan pada sebuah hadis dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah yang menjelaskan:

السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

Artinya: "Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada salat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk." (HR. Asy-Syafi'i)

Memahami tata cara dan jumlah takbir ini akan sangat membantu kita menjalankan ibadah salat Idul Fitri dengan lebih siap dan khusyuk. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!




(dhm/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads