Hari Raya Idul Fitri sering menjadi momen untuk bermaaf-maafan. Karena terhalang jarak dan waktu, maka bermaaf-maafan dilakukan melalui pesan, terlebih di era digital saat ini.
Namun, muncul pertanyaan apakah cara ini sudah cukup mewakili ketulusan permintaan maaf? Memahami etika dan situasi yang tepat sangat penting agar pesan yang disampaikan tidak terkesan sekadar formalitas. Lalu, bagaimana pandangan yang tepat tentang meminta maaf lewat WA?
Bolehkan Meminta Maaf Lewat WA?
Dikutip detikHikmah, meminta maaf melalui WA pada dasarnya tetap termasuk bentuk silaturahmi, karena tujuannya sama yaitu menyambung hubungan dan memperbaiki kesalahan dengan orang lain. Hanya saja, cara ini dilakukan melalui media digital sehingga tidak berlangsung secara tatap muka.
Gus Faiz dalam sebuah kesempatan di acara detikKultum berjudul Silaturahmi Online Lewat Medsos, Emang Cukup? menjelaskan fenomena ini.
Menurut Muhammad Faiz atau Gus Faiz, silaturahmi secara online seperti melalui chat atau video call tetap dapat dianggap sebagai bentuk silaturahmi. Hal ini karena media digital hanyalah sarana untuk menjalankan tujuan utama silaturahmi, yaitu menyambung hubungan dan saling menanyakan kabar.
Namun, Gus Faiz menilai silaturahmi secara online tidak selalu bisa menggantikan sepenuhnya pertemuan secara langsung. Teknologi yang canggih tetap memiliki keterbatasan dalam menghadirkan kedekatan emosional dan kepuasan rohani yang biasanya muncul saat bertemu secara fisik.
"Jawaban saya bisa dianggap cukup tetapi juga bisa dianggap tidak cukup. Mengapa? Karena media seperti chatting, media seperti video call itu adalah bentuk implementasi dari konsep silaturahmi. Intinya silaturahmi itu bisa dilakukan dengan berbagai media," jelas Gus Faiz.
Karena itu, silaturahmi digital sebaiknya digunakan ketika terdapat hambatan seperti jarak, biaya, atau keterbatasan transportasi. Jika memiliki kemampuan untuk bertemu langsung, Gus Faiz menyarankan agar silaturahmi dilakukan secara fisik karena dapat menghadirkan empati dan kehangatan yang lebih kuat.
Berdasarkan penjelasan tersebut, meminta maaf melalui WA tentu boleh-boleh saja, terutama jika kondisi tidak memungkinkan untuk bertemu secara langsung. Dalam konteks ini, media digital hanyalah sarana untuk menyampaikan niat baik dalam memperbaiki hubungan dan menjaga silaturahmi.
Namun yang paling penting adalah niatnya tetap karena Allah SWT serta dilakukan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Selama permintaan maaf tersebut disampaikan dengan sungguh-sungguh, maka makna dan tujuannya tetap bernilai baik meskipun dilakukan melalui pesan di WA.
Baca juga: Bolehkah Meminta Maaf Lewat WA? |
Simak Video "Video: Jokowi Terima Permohonan Maaf Rismon Sianipar"
(astj/astj)