Salurkan 22.500 Paket Ramadan Menteri Imipas, Imigrasi Sumut Pastikan Tepat Sasaran

Salurkan 22.500 Paket Ramadan Menteri Imipas, Imigrasi Sumut Pastikan Tepat Sasaran

Kartika Sari - detikSumut
Selasa, 17 Mar 2026 12:24 WIB
Penyaluran bantuan Ramadan dari Menteri Imipas di Medan
Foto: Penyaluran bantuan Ramadan dari Menteri Imipas di Medan (Dok. Imigrasi Sumut)
Medan -

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara bersama Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumut menyalurkan 22.500 paket bansos di 11 titik di Sumut. Hal ini dilakukan sebagai upaya meringankan ekonomi masyarakat yang membutuhkan.

Program bertajuk Ramadan Berbagi ini merupakan inisiasi dan arahan langsung dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Parlindungan menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk penerjemahan visi pimpinan guna membangun kepercayaan publik melalui tanggung jawab sosial yang humanis dan kinerja berdampak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai instruksi Bapak Menteri Agus Andrianto, kami selaku jajaran di wilayah Sumatera Utara bergerak serentak. Total 22.500 paket di 11 titik ini adalah amanah untuk membantu masyarakat. Kami ingin memastikan kehadiran Imigrasi dan Pemasyarakatan dirasakan langsung manfaatnya, terutama dalam menyambut hari kemenangan," ungkap Parlindungan, Selasa (17/3/2026).

Parlindungan menyebutkan bahwa penyaluran bantuan ini menjadi istimewa karena melibatkan sinergi lintas sektor. Kemenimipas menggandeng berbagai organisasi kemasyarakatan dan pegiat kemanusiaan untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

Di Kota Medan, kegiatan ini turut dihadiri langsung Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang turut terjun mendistribusikan bantuan kepada warga.

Titik penyaluran mencakup wilayah yang luas, mulai dari kawasan Belawan, Medan Tuntungan, Medan Johor, hingga menjangkau daerah seperti Padangsidimpuan dan Deli Serdang.

"Pola distribusi dilakukan secara sistematis guna menjangkau berbagai elemen masyarakat, termasuk bilal mayit, najir masjid, hingga warga kurang mampu di pelosok daerah," kata Parlindungan.

"Ini membuktikan bahwa transformasi birokrasi yang diusung tidak hanya fokus pada pelayanan administrasi dan penegakan hukum, tetapi juga teguh dalam menjaga nilai-nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat Indonesia," pungkasnya.



(ksr/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads