Banjir Landa Permukiman Warga di Tapteng karena Tanggul Sungai Jebol

Banjir Landa Permukiman Warga di Tapteng karena Tanggul Sungai Jebol

Nizar Aldi - detikSumut
Minggu, 15 Mar 2026 21:01 WIB
Kondisi banjir di Kabupaten Tapteng (Foto: Dok. Istimewa)
Kondisi banjir di Kabupaten Tapteng (Foto: Dok. Istimewa)
Tapanuli Tengah -

Banjir kembali melanda permukiman warga di Kecamatan Badiri dan Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Banjir terjadi karena hujan deras di hulu membuat tanggul dari bekas kerukan sedimentasi sungai jebol.

"Hujan kemarin sama tadi juga, hujan di sini tidak begitu deras tapi di hulu hujannya deras kali, kemudian berdampak ke daerah aliran sungai di Bona Lumban dan Hutanabolon," kata Bupati Tapteng Masinton Pasaribu saat dihubungi, Minggu (15/3/2026).

Masinton menjelaskan jika tanggul tersebut jebol dihantam arus sungai. Sebab, belum semua sungai berhasil dikeruk sedimentasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya tanggul-tanggulnya (jebol) karena sedimennya masih belum selesai semua digali, masih dikerjakan bertahap-bertahap dia," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ketinggian sedimentasi di sungai disebut sama dengan permukiman warga. Sehingga jika hujan terjadi bakal banjir.

"Ketinggian sedimennya kan sama dengan permukiman, jadi selama itu belum selesai dikerjakan ya pasti kalau hujan begitu terus, meluap," ucapnya.

Kondisi saat ini, kata Masinton, banjir sudah mulai surut. Namun di daerah yang tanggul jebol masih direndam banjir.

"Kondisi di Hutanabolon mulai agak surut, di Bona Lumban sama tapi karena tanggul jebol alur sungainya masih ngalir ke permukiman, ini kami mau ke lokasi lagi," tuturnya.



(niz/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads