Operasi Ketupat Toba 2026, 11 Ribu Personel Gabungan Amankan Arus Mudik

Operasi Ketupat Toba 2026, 11 Ribu Personel Gabungan Amankan Arus Mudik

Mhd Ilham Pradilla - detikSumut
Jumat, 13 Mar 2026 04:00 WIB
Karo Ops Polda Sumut, Kombes Dwi Tunggal Jaladri, saat memberikan keterangan pada Kamis (12/3/2026)
Foto: Karo Ops Polda Sumut, Kombes Dwi Tunggal Jaladri, saat memberikan keterangan pada Kamis (12/3/2026). (Dok. Mhd Ilham Pradilla/detikSumut)
Medan -

Dalam rangka pengamanan arus mudik Lebaran 2026, Operasi Ketupat Toba 2026, 11 ribu personel gabungan diturunkan. Personel yang diturunkan itu dari Polri, TNI, hingga kelompok masyarakat.

"Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 ini, kami melibatkan 11.002 personel dari instansi Polri, TNI, dan masyarakat," ungkap Karo Ops Polda Sumut, Kombes Dwi Tunggal Jaladri, Kamis (12/3/2026).

Operasi ini akan digelar selama empat hari untuk meningkatkan kegiatan rutin dalam mengantisipasi arus mudik. Pasukan yang dikerahkan berasal dari Polda Sumut, Polres jajaran, serta satuan tugas gabungan yang melibatkan TNI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mendukung pengamanan arus mudik, pihak kepolisian juga telah menyiapkan 164 pos pengamanan di berbagai titik.

"Adapun pos pengamanan yang kami siapkan berjumlah 164 pos, terdiri atas 90 pos pengamanan, 63 pos pelayanan, dan 11 pos terpadu," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan bahwa setiap pos memiliki fungsi yang berbeda dalam mendukung kelancaran arus mudik.

"Pos pengamanan bertugas memberikan pelayanan pengamanan kepada para pemudik, baik yang akan masuk ke wilayah Sumatera Utara maupun yang akan keluar dari wilayah tersebut," katanya.

Sementara itu, pos pelayanan tidak hanya memberikan pengamanan, tetapi juga menerima laporan dari masyarakat.

"Pos pelayanan selain memberikan pelayanan pengamanan, juga dapat menerima laporan dari masyarakat," ungkapnya.

Untuk pos terpadu, pengamanan dilakukan secara bersama dengan instansi terkait.

"Sebanyak 11 pos terpadu ini merupakan pos yang melibatkan instansi terkait bersama Polri dalam mengamankan arus mudik," jelasnya.

Selain di jalur darat, pengamanan juga dilakukan di sejumlah bandara di wilayah Sumatera Utara, terutama di Bandar Udara Internasional Kualanamu.

"Pengamanan juga dilakukan di bandara-bandara yang ada di wilayah Sumatera Utara, terutama di Bandara Kualanamu," katanya.

Pengamanan juga difokuskan di Bandar Udara Silangit dan Bandar Udara Binaka, serta bandara lainnya. Sementara untuk jalur laut, pengamanan dipusatkan di pelabuhan utama di wilayah tersebut.

"Untuk pelabuhan terbesar berada di Pelabuhan Belawan," tutupnya.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads