Jasad Susi Yanti Br Sinaga (23), gadis asal Siak, Riau, yang menjadi korban penipuan kerja belum bisa dipulangkan ke kampung halaman dari Kamboja karena terkendala biaya. Jika biaya tak didapat, maka kemungkinan besar jasad Susi akan dimakamkan di Kamboja.
Kepala BP3MI Riau, Fanny Kurniawan, mengatakan jasad Susi masih berada di lemari pendingin RS Khmer Soviet Friendship, Kamboja. Untuk memulangkan jasad Susi, Fanny mengaku sudah menyurati Pemkab Siak dan Pemprov Riau untuk membantu.
"Keluarga masih minta tolong pemerintah. Kami sudah mengupayakan pemulangan," katanya, Kamis (12/3/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BP3MI mengungkap dalam beberapa kasus yang pernah terjadi biaya pemulangan biasa ditangani perwakilan KBRI atau keluarga. Namun jika tak ada kesanggupan, jenazah akan dimakamkan di negara tersebut.
"Dari beberapa kasus yang sudah kita layani case yang sama biaya pemulangan dibiayai dari perwakilan KBRI atau keluarga. Jika semua pihak tidak sanggup membiayai, maka dimakamkan di negara penempatan. Itu tetap diketehaui dan dibantu oleh KBRI," katanya.
Opsi lain pemulangan jenazah bisa dibiayai oleh pemerintah provinsi atau kabupaten/ kota. Jika ada biaya, maka jenazah dapat dipulangkan ke Indonesia.
"Kasus kedua dibiayai oleh pemprov atau pemda. Karena perlindungan PMI juga masuk ke taggung jawab pemprov/pemda di UU 18/2017 Pasal 39-41 juga disebut peran pemda," katanya.
Sedangkan untuk biaya, Fanny menyebut tidak sedikit. Sebab masih ada tanggungan rumah sakit yang harus dibayarkan sekitar Rp 85 jutaan, belum termasuk biaya untuk pemulangan jenazah dari Kamboja ke Indonesia.
