Putin Juga Telepon Presiden Iran, Dorong Deeskalasi di Timteng

Internasional

Putin Juga Telepon Presiden Iran, Dorong Deeskalasi di Timteng

Tim detikNews - detikSumut
Rabu, 11 Mar 2026 09:29 WIB
Russias President Vladimir Putin gestures as he speaks during his annual end-of-year press conference, in Moscow, on December 19, 2025. Russias Vladimir Putin said on December 19, 2025 the ball was in the court of the West and Kyiv in talks to end the war in Ukraine, while hailing Moscows recent battlefield gains and threatening more. (Photo by Alexander NEMENOV / AFP)
Vladimir Putin (Foto: AFP/ALEXANDER NEMENOV)
Medan -

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Percakapan tersebut menyoroti konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dalam kesempatan itu, Putin menyerukan agar ketegangan antara Iran dan AS-Israel segera diturunkan. Ia berharap negara-negara yang terlibat memilih penyelesaian melalui jalur diplomasi dan perundingan politik.

"Presiden Rusia menegaskan kembali posisi prinsipnya yang mendukung de-eskalasi konflik yang cepat dan penyelesaiannya melalui cara-cara politik," kata Kremlin dalam pernyataan resminya tentang percakapan telepon tersebut dilansir detikNews dari AFP, Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kremlin menyebut percakapan kedua pemimpin berlangsung dalam suasana hangat. Rusia juga dilaporkan telah menyalurkan bantuan kepada Iran.

"Pezeshkian berterima kasih kepada Rusia atas dukungannya, khususnya atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada Iran," tambah Kremlin.

ADVERTISEMENT

Konflik antara Iran melawan AS dan Israel pecah pada Sabtu (28/2), setelah pasukan gabungan kedua negara itu melancarkan serangan ke Teheran.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menargetkan sejumlah pangkalan militer AS yang berada di berbagai negara di kawasan Timur Tengah. Pertempuran antara ketiga negara juga menimbulkan korban besar, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang dilaporkan meninggal dunia.

Memasuki hampir dua pekan sejak konflik pecah, belum terlihat tanda-tanda perang akan mereda. AS dan Israel maupun Iran terus melancarkan serangan terbaru terhadap sejumlah target militer masing-masing.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads