Bagi sebagian orang makanan manis bisa membantu memperbaiki suasana hati atau mood booster. Apakah baik untuk jangka panjang, begini penjelasannya.
Psikolog Klinis, Sairah menjelaskan bahwa makanan manis memang dapat menjadi mood booster. Hal ini dikarenakan makanan manis dapat menaikkan Dopamin yang bertugas sebagai hormon bahagia.
"Makanan manis dapat menaikkan mood tapi sementara karena dapat menaikkan Dopamin," jelas Sairah saat diwawancarai detikSumut, Jumat (27/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Sairah menyebut bahwa Dopamin yang muncul dari gula atau zat kimia lainnya, atau makanan yang tidak baik untuk kesehatan dapat menyebabkan faktor ketergantungan.
"Apalagi manisnya dari zat kimia atau gula maka akan ada faktor addiction sehingga akan nagih terus. Dopamin yang dihasilkan dari konsumsi makanan yang buruk pasti akan mempengaruhi secara psikologi," ujarnya.
Bahkan, Sairah menjelaskan hal ini dapat berujung pada gangguan emosional. Untuk itu perlu makanan yang baik untuk tubuh sehingga dampaknya juga baik untuk kesehatan mental jangka panjang.
"Maka bisa sampai kepada gangguan emosional. Kalau manis itu didapat dari bahan yang secara biologis ke tubuh itu positif, maka akan dikelola lebih positif maka emosional nya yang muncul lebih positif," tuturnya.
Sairah menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki mood. Mulai dari mengatur pola makan dan pola hidup hingga pola pikir dan menjaga hubungan dengan lingkungan sekitar.
"Makanya menaikkan mood booster ngga bisa secara instan dengan konsumsi manis manis yang buruk efeknya ke fisik kita. Bisa dengan pola makan, pola hidup dan olahraga teratur, banyak minum air putih, dan kita paham makanan yang kita makan adalah makanan sehat, menjaga pola pikir positif thinking, belajar untuk bisa memahami bahwa kita ngga bisa memaksa lingkungan seperti apa yang kita inginkan," tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh Rindi Antika peserta program Maganghub Kemnaker di detikcom.
(afb/afb)











































