3 Amalan Qiyamul Lail Ramadan yang Dianjurkan Rasulullah

Aisyah Luthfi - detikSumut
Kamis, 19 Feb 2026 20:00 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph
Medan -

Bulan suci Ramadan adalah momen emas bagi umat muslim untuk melipatgandakan pahala melalui berbagai ibadah sunah, salah satunya adalah qiyamul lail. Ibadah ini mencakup berbagai jenis salat malam yang dikerjakan setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar termasuk salat Tarawih.

Pada bulan Ramadan, umat Islam berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan salat Tarawih. Karena hanya ada pada bulan Ramadan, tentunya ini jadi momen penting bagi para muslim untuk melaksanakannya.

Melansir laman NU Online, Semangat melaksanakan salah Tarawih sejalan dengan sabda Rasulullah SAW mengenai ganjaran bagi mereka yang sungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadan:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ اللّٰهُ مَا تَقَّدمُ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرُ

Artinya: "Barang siapa menghidupkan bulan Ramadan karena iman dan mengusahakan pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang dahulu dan dosa yang akan datang." (HR. Imam Ahmad).

Lantas, apa makna sebenarnya dari qiyamul lail dan apa saja amalan yang bisa kita kerjakan selama bulan Ramadan selain salat Tarawih? Berikut penjelasan lengkapnya.

Makna dan Keutamaan Qiyamul Lail

Secara harfiah, qiyamul lail berarti "berdiri di malam hari". Mengutip buku Ajalmu Tidak Menunggu Tobatmu karya Saiful Hadi El-Sutha dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan setiap orang beriman untuk merutinkan ibadah ini, khususnya dengan memperbanyak tasbih dan mendirikan salat malam. Keutamaan ibadah ini tertuang jelas dalam Al-Qur'an surat Al-Insan ayat 26:

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَٱسْجُدْ لَهُۥ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا

Artinya: "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari." (QS Al-Insan: 26).

Selain itu, Allah SWT juga menegaskan bahwa salat malam memberikan ketenangan dan kekhusyukan yang lebih dalam melalui firman-Nya:

إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيْلِ هِىَ أَشَدُّ وَطْـًٔا وَأَقْوَمُ قِيلًا

Artinya: "Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan." (QS Al-Muzammil: 6).

3 Amalan Qiyamul Lail di Bulan Ramadan

Selama bulan suci ini, terdapat tiga amalan qiyamul lail utama yang sangat dianjurkan untuk mendulang pahala:

1. Salat Tarawih

Salat Tarawih adalah bentuk qiyamul lail yang sangat istimewa karena hanya ada di bulan Ramadan (dikenal juga sebagai qiyamu Ramadan). Keutamaannya sangat luar biasa, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barang siapa melakukan shalat (Tarawih) pada Ramadan dengan iman dan ikhlas (karena Allah ta'âlâ) maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq 'Alaih).

2. Salat Tahajud

Salat tahajud adalah ibadah malam yang dikerjakan setelah kamu tidur terlebih dahulu. Jumlah rakaat minimalnya adalah dua rakaat dan sangat utama dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Perintah tahajud ini termaktub dalam Al-Qur'an:

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Artinya: "Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS Al-Israa': 79).

3. Salat Witir

Sebagai penutup rangkaian ibadah malam, salat Witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil (satu hingga sebelas rakaat). Siti Aisyah RA pernah meriwayatkan:

"Setiap malam Rasulullah SAW berwitir pada permulaan malam, tengah malam, akhir malam dan witirnya berakhir sampai (hampir) terbit fajar." (HR Al-Jamaah).



Simak Video "Video: Melihat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork