BBPJN Bangun Jalan Baru Usai Jalur Tarutung-Tapteng Via Batu Lubang Longsor

BBPJN Bangun Jalan Baru Usai Jalur Tarutung-Tapteng Via Batu Lubang Longsor

Finta Rahyuni - detikSumut
Rabu, 18 Feb 2026 12:01 WIB
Kepala BBPJN Sumut Hardy Siahaan saat diwawancarai. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Foto: Kepala BBPJN Sumut Hardy Siahaan saat diwawancarai. (Foto: Finta Rahyuni/detikSumut)
Medan -

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara (Sumut), merancang pembuatan jalan baru untuk jalur Tarutung-Tapteng via batu lubang. Pembuatan jalan baru itu dilakukan usai jalur tersebut tidak bisa dilalui pasca terjadi longsor.

"Nanti jalan baru, kan jalannya hilang. Pasti kita bangun baru, akan kita kembalikan lagi jalannya, nyambung lagi Tarutung-Sibolga, lewat batu lubang karena kan kondisinya kemarin longsor, longsornya ekstrem," kata Kepala BBPJN Sumut Hardy Siahaan saat diwawancarai di Tapanuli Selatan (Tapsel), Rabu (18/2/2026).

Hardy mengatakan bahwa pihaknya tengah merancangnya dan mencari rute yang paling sesuai serta berdekatan dengan akses batu lubang tersebut. Selain itu, BBPJN juga tengah mengkaji terkait aspek geologi hingga hidrologinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi, kita mencari rute, tapi ya di sekitar itu juga. Kita upayakan tidak terlalu jauh, karena kan ada hutan. Ini kita lagi pendetailan, nanti kita harus mempertimbangkan aspeknya, geologinya, potensi longsor kembali, potensi banjir, geoteknik, hidrologi, struktur, di mana yang paling aman dan tidak terlalu jauh dari situ," jelasnya.

Jalan baru yang akan dibangun itu diperkirakan sepanjang 600 meter. Pembangunan jalan ini direncanakan akan dimulai tahun ini.

ADVERTISEMENT

"Panjangnya nggak terlalu signifikan bedanya.Di sana sekitar 600-an meter. Kita akan segera mulai setelah detail desainnya. Kita lihat aspeknya yang paling aman, yang paling cepat bisa kita kerjakan tahun ini kita akan mulai," ujarnya.

Benahi 500 Km Jalan Pascabencana

Selain itu, Hardy mengatakan pihaknya juga fokus untuk membenahi sekitar 500 km jalan pasca terjadinya bencana. Jalan-jalan tersebut berada di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapsel, Mandailing Natal (Madina), Tapanuli Utara, dan Sibolga.

Ruas jalan yang diperbaiki di antaranya Tarutung-Sipirok-Padangsidimpuan, batas Aceh-Sibolga, Sibolga-Batang Toru-Padangsidimpuan, serta Batang Toru-Singkuang.

"Sekitar 500 kilometer itu, kita masih di bawah 20 persen. Kabupaten kota itu yang terdampak langsung, kalau yang di luar lima kabupaten/kota Tapanuli Raya itu, pemeliharaannya secara rutin dan berkala. Kalau 500 km itu khusus di 5 kabupaten/kota, tapi yang perlu betul-betul penanganan mungkin sekitar 40-50 km," jelasnya.

Dia mengatakan pihaknya juga mengalami kendala dalam proses pembenahan itu, salah satunya faktor cuaca karena masih kerap terjadi longsor.

"Yang kendala satu, longsoran ini kan masih potensi karena cuaca, ya. Jadi, itu kita pastikan. Kemudian, tentu kita mau konstruksi harus ada detail desain, dan ini kita harus hitung benar," ujarnya.

Hardy menyebut BBPJN fokus untuk memperbaiki jalan-jalan tersebut. Dia memastikan jalan itu bisa difungsikan saat lebaran nanti.

"Kita fokus untuk yang penanganan bencana dan untuk seluruh jalan nasional di Sumatera Utara, kita fokus. Jalur lebaran kita fokus, yang bencana ini kita pastikan jalannya fungsional, tidak ada yang putus," pungkasnya.



(fnr/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads