Ketinggian Air Akibat Banjir Bandang di Tapteng Capai 1 Meter, Warga Dievakuasi

Ketinggian Air Akibat Banjir Bandang di Tapteng Capai 1 Meter, Warga Dievakuasi

Nizar Aldi - detikSumut
Rabu, 11 Feb 2026 23:21 WIB
Permukiman warga di Lorong 4 Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, kembali banjir bandang (Dok. Bupati Tapteng Masinton Pasaribu)
Foto: Permukiman warga di Lorong 4 Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, kembali banjir bandang (Dok. Bupati Tapteng Masinton Pasaribu)
Tapanuli Tengah -

Enam kecamatan di Tapanuli Tengah terdampak banjir bandang yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi, warga dievakuasi ke tempat lebih aman.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu merinci enam kecamatan yang terdampak banjir bandang yakni Kecamatan Tukka, Kecamatan Sibabangun, Kecamatan Sarudik, Kecamatan Pandan, Kecamatan Barus, dan Kecamatan Sitahuis. Banjir sendiri terjadi mulai sore tadi.

"Berkisar jam 5 (sore) tadi (banjir mulai naik), di daerah hulunya (hujan) deras, di sini juga deras di sini (Pandan)," kata Masinton Pasaribu saat dihubungi, Rabu (11/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masinton mengungkapkan sungai yang sempat dinormalisasi beberapa waktu lalu kembali meluap. Material kayu juga terseret oleh banjir bandang.

"Alur sungai yang kemarin kita coba normalkan itu, lebarkan, itu kita pasangin tanggul darurat itulah airnya penuh, bukan cuma air tapi juga kayu-kayu," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Warga saat ini disebut dievakuasi ke titik aman. Warga dievakuasi ke sekolah. "Kondisi sekarang warga evakuasi ke sekolah," ucapnya.

Sementara ketinggian air di beberapa titik berbeda-beda. Salah satunya mencapai 1 meter di permukiman warga.

"Warga Pardagangan meminta evakuasi posisi air mencapai 1 meter," ujarnya.

Tidak hanya itu, banjir bandang mengakibatkan satu jembatan darurat dilaporkan hanyut terbawa arus. Sejumlah sungai di laporan meluap akibat hujan yang mengguyur Tapteng sejak sore tadi. Banyak kayu yang terbawa banjir dilaporkan tertahan di jembatan Jalan ST Z Tampubolon.

"Jembatan darurat menuju Desa Sibio-bio Kecamatan Sibabangun hanyut. Air sungai di jembatan Jalan ST.Z Tampubolon antara Kelurahan Aek Tolang Induk dan Kelurahan Aek Tolang banyak kayu tertahan/terhambat," ucapnya.

Untuk diketahui, banjir bandang dan longsor menerjang Kabupaten Tapteng akhir tahun lalu. Data terakhir, terdapat 128 tewas dan 35 hilang di Kabupaten Tapteng.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads