Pimpinan MPR Kunjungi Aceh Cek Kondisi Pemulihan Pasca Bencana

Aceh

Pimpinan MPR Kunjungi Aceh Cek Kondisi Pemulihan Pasca Bencana

Agus Setyadi - detikSumut
Selasa, 10 Feb 2026 15:20 WIB
Pimpinan MPR Kunjungi Aceh Cek Kondisi Pemulihan Pasca Bencana
Foto: Pertemuan pimpinan MPR di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2/2026). (Agus Setyadi/detikSumut)
Banda Aceh -

Pimpinan MPR RI mengunjungi Aceh untuk melihat kondisi pemulihan Tanah Rencong pasca bencana akhir November 2025. MPR juga menyerahkan bantuan untuk delapan daerah terdampak.

Pimpinan MPR menggelar pertemuan dengan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah Dek Fadh didampingi Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian di di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (10/2/2026). Setelah mendengar berbagai informasi terkini progres pemulihan, MPR kemudian menyerahkan 15 ribu paket sembako dan 15 ribu paket ibadah kepada delapan kepala daerah.

"Hari ini pimpinan MPR berkunjung ke Aceh ingin mengecek kondisi langsung Aceh. Tadi sudah disampaikan pak Wagub bahwa sudah ada kemajuan signifikan, kemudian kemajuan-kemajuan itu sudah mulai dirasakan," kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani kepada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, MPR hadir untuk memberikan penguatan dan dukungan moril kepada masyarakat Aceh terdampak bencana tiga bulan lalu. Dalam pertemuan tersebut, MPR mendapatkan banyak pemaparan mulai jumlah korban meninggal, jumlah pengungsi saat ini hingga hunian sementara yang sedang dan telah dibangun.

Politikus Partai Gerindra itu mengapresiasi kinerja semua pihak yang terlibat dalam penanganan bencana Aceh. Partisipasi yang diberikan pemerintah pusat untuk pemulihan Tanah Rencong disebut sangat besar.

ADVERTISEMENT

"Dari beberapa persoalan dan PR yang disampaikan wakil gubernur Aceh, Kepala Satgas menceritakan progres sebulan lebih setelah ditunjuk sebagai kepala satgas sudah ada kemajuan yang berarti," jelas Muzani.

Wakil Gubernur Dek Fadh menjelaskan, korban meninggal akibat bencana mencapai 562 orang, dan 29 orang hilang. Sementara warga yang masih berada di pengungsian hingga kini berjumlah 69.222 orang.

Selain itu, bencana yang melanda 18 kabupaten kota itu juga menyebabkan 227 ribu rumah rusak di antaranya 95.203 rusak berat, 88.449 rusak sedang, dan 77.338 rusak ringan.

"Infrastruktur terdampak 2.507 titik jalan, dan 599 titik jembatan," jelas Dek Fadh.

Menurutnya, saat ini masih ada 13 desa di Aceh yang masih mengalami pemadaman listrik akibat bencana. Namun kampung-kampung tersebut sudah disalurkan genset oleh Menteri ESDM.

Pertemuan di Kantor Gubernur Aceh itu juga dihadiri Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhi Baskoro Yudhoyono, A. M. Akbar Supratman.

Kemudian turut hadir Mohamad Choerudin Amin, Sonny Tri Danaparamita, Anton Sukartono Suratto. Hadir juga Mendagri Tito Karnavian, Kelompok DPD Dedi Iskandar Batubara, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Badan Sosialisasi Abraham Liyanto, Plt Sekjen MPR Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan dan sejumlah staf khusus.




(agse/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads