Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh menyerap 6,5 ribu ton gabah kering panen (GKP) petani Tanah Rencong sejak Januari lalu. Bulog akan memaksimalkan memupuk stok meski sejumlah wilayah sentra produksi terdampak bencana.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, mengatakan, GKP telah diserap Bulog Aceh setara 3,3 ribu ton beras yang dilakukan selama musim panen di beberapa kabupaten sentra produksi. Penyerapan itu untuk menjaga stabilitas harga gabah sekaligus mendukung pencapaian target penyerapan gabah nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah.
"Penyerapan gabah dilakukan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, sehingga petani mendapatkan kepastian harga dan terlindungi dari fluktuasi harga saat panen," kata Ihsan dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, meskipun di beberapa wilayah sentra produksi terdampak bencana namun Bulog tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memupuk stok khususnya untuk ketahanan pangan di wilayah Aceh. Berkaca tahun sebelumnya, stok yang tersedia sangat aman saat Aceh dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025.
"Hal ini terbukti saat bencana kemarin stok beras kita sangat aman. Sehingga kami mengimbau kepada seluruh penggilingan padi ayo bersama sama kita wujudkan swasembada pangan nasional khususnya untuk wilayah Aceh," jelasnya.
Selain menjaga stabilitas harga di tingkat petani, kata Ihsan, penyerapan gabah juga bertujuan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Cadangan tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis, seperti stabilisasi harga beras, penyaluran bantuan sosial, serta penanganan bencana.
"Bulog Kanwil Aceh menegaskan penyerapan gabah akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama masa panen berlangsung. Petani dan kelompok tani diharapkan dapat memanfaatkan program ini dengan menjual gabahnya melalui mitra maupun gudang Bulog yang telah ditetapkan," ujar Ihsan.
"Penyerapan gabah ini merupakan bentuk komitmen Bulog dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta berkontribusi terhadap pencapaian target penyerapan gabah pemerintah sebesar 4 juta ton secara nasional," lanjutnya.
(agse/mjy)











































