Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang menyatakan dukungan untuk Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dalam pembinaan karakter dan penguatan kesejahteraan masyarakat. Dukungan ini disampaikan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan saat menerima audiensi pengurus Muslimat NU Deli Serdang bersama Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS di Ruang Rapat, Lantai II, Kantor Bupati, Rabu (4/2).
Dukungan tersebut juga berkaitan dengan rencana pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Deli Serdang, pada Sabtu, 7 Februari 2026 di Balairung Pemkab Deli Serdang, yang akan dihadiri sekitar 200 peserta.
"Pada prinsipnya, kami mendukung semua kerja organisasi yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Dukungan ini diharapkan mampu menggerakkan potensi masyarakat yang ada," ujar Asri Ludin, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditekankan, di tengah pergeseran nilai moral yang terjadi saat ini, organisasi yang mampu membina anggotanya dan membentuk karakter ke arah yang lebih baik patut mendapat dukungan pemerintah.
"Salah satunya kami lihat, Muslimat NU mampu melakukan itu. Harapannya kolaborasi Muslimat dengan pemerintah tidak hanya sebatas pengajian, tetapi bisa berakhir pada upaya mensejahterakan anggotanya," tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mendorong agar anggota PC Muslimat NU bisa terlibat aktif dalam penguatan ekonomi kerakyatan, salah satunya melalui keanggotaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Organisasi kalau tidak punya motor penggerak, pasti akan sulit berjalan. Kami dari Pemkab siap memfasilitasi. Bahkan memungkinkan organisasi lain juga terlibat," jelasnya.
Asri Ludin menilai organisasi harus mampu mengubah persepsi publik yang selama ini skeptis terhadap pemerintah.
"Saat ini masyarakat berpikir, siapapun pemimpinnya, hidup saya begini-begini saja. Organisasi harus mampu mengubah nasib anggotanya, bukan hanya soal ideologi, tapi sudah masuk tahap survival," ungkapnya.
Ia menekankan, organisasi perlu mandiri dan tidak menggantungkan program pada bantuan pemerintah.
"Jangan jadi organisasi dengan mindset, kalau tidak ada bantuan pemerintah maka organisasi tidak jalan. Isu yang dibangun harus isu kemandirian," imbaunya.
Ia berharap Konfercab Muslimat NU menjadi ruang lahirnya ide-ide progresif yang menjawab tantangan zaman, serta memperluas kerja sama lintas sektor, termasuk bersama koperasi dan Dinas P3PA2KB.
"Kami berharap tidak hanya bertemu saat ada kegiatan, tapi hadir di setiap momentum yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Muslimat NU Kabupaten Deli Serdang, Wastianna Harahap menyampaikan kesiapan organisasinya untuk memanfaatkan peluang kolaborasi yang ditawarkan pemerintah daerah.
"PAC Muslimat NU sudah terbentuk di 22 kecamatan dengan 133 ranting di desa dan kelurahan. Siapapun yang terpilih nanti, kami insyaAllah siap memaksimalkan potensi yang kami miliki," ujarnya.
Ia menjelaskan perjalanan panjang kepemimpinannya sejak pertama kali dipercaya pada tahun 2005.
"Dulu, harapan saya sederhana, ibu-ibu mau ikut Muslimat saja sudah syukur. Tapi seiring waktu, kami sadar harus punya rencana yang lebih matang dan berdampak," tutupnya.
