Bupati Siak, Afni Zulkifli turun langsung mendampingi pelajar korban runtuhnya bangunan Tangsi Belanda. Air mata Afni pun menetes saat proses evakuasi.
"Saya pegang tangan mereka, peluk mereka dan kuatkan mereka. Tak kuasa kita melihat anak-anak, tak saya tinggalkan ruangan sampai semua tindakan medis selesai," kata Bupati Afni, Sabtu (31/1/2026).
Afni terus mendampingi korban hingga seluruh keluarga datang. Termasuk memastikan semua tindakan baik dilakukan oleh tim medis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melihat semua proses medis. Tak kuasa melihat anak-anak semua jadi korban," kata Afni.
Dalam video yang diterima detikSumut terlihat korban menangis berhamburan keluar bangunan tua itu. Beberapa dalam kondisi kepala berlumuran darah.
Tak hanya itu saja, suara tangis kepanikan juga terdengar saat proses evakuasi. Begitu juga di rumah sakit tempat korban ditangani.
"Tangsi Belanda merupakan cagar budaya berusia lebih dari 2 abad. Sebelumnya juga pernah ada kejadian tertimpa bangunan cagar budaya," kata Bupati Afni.
Akibat insiden itu, tercatat ada 16 orang korban yang terdiri dari 15 pelajar dan satu guru pendamping. Setelah observasi medis, tersisa delapan orang dirawat ke rumah sakit karena luka berat dan ringan di bagian kepala.
(ras/mjy)
