Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menjelaskan cara masuk ke Sekolah Rakyat (SR). Ia mengatakan, tidak ada pendaftaran untuk masuk ke SR, yang dilakukan adalah penjangkauan.
"Tidak ada yang namanya pendaftaran di sekolah rakyat. Yang ada adalah penjangkauan. Jadi pendaftaran tidak ada. Ini karena sebentar lagi masuk tahun ajaran baru, bagaimana kita menjangkau keluarga yang memenuhi kriteria? Adalah pertama-tama dia harus ada di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh BPS terutama keluarga di desil 1 dan 2. Desil itu adalah 10 persen dari keluarga yang secara ekonomi paling bawah," ujar Saifullah saat diwawancarai di Deliserdang, Sabtu (31/1/2026).
Diketahui, Sekolah Rakyat merupakan sekolah asrama dari tingkat SD, SMP dan SMA yang diperuntukkan bagi anak dari keluarga kurang mampu. SR merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan.
Saifullah menuturkan, penjangkauan calon siswa-siswi SR dilakukan langsung oleh pendamping sosial, Badan Pusat Statistik dan pemerintah daerah setempat.
"Kalau sudah ada di situ nanti pendamping sosial ataupun pendamping PKH akan melakukan penjangkauan untuk mendatangi rumahnya, melakukan dialog dengan orang tuanya, didampingi oleh BPS setempat, Dinsos daerah setempat dan Dikdasmen setempat. Jika memenuhi syarat, maka diteruskan kepada pak bupati untuk ditetapkan, lalu diusulkan kepada Kementrian sosial kami akan mengecek sekali lagi, kalau sudah sesuai maka akan kita tetapkan sebagai siswa sekolah rakyat," jelasnya.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan, tidak boleh ada anak titipan di Sekolah Rakyat. Ia juga menyinggung terkait praktik sogok menyogok untuk bisa masuk ke sekolah rakyat.
"Untuk itu sebagaimana pesan bapak presiden, tidak boleh ada titipan di sekolah rakyat. Mohon ini mari kita awasi bersama, tidak boleh ada sogok menyogok, tidak boleh ada suap menyuap, tidak boleh ada kongkalikong dalam menyeleksi siswa sekolah rakyat," tambahnya
Untuk itu, kata Gus Ipul, terdapat peran penting yang dilakukan oleh para petugas pendamping sosial yang turun langsung ke lapangan untuk bertemu calon siswa-siswi SR.
"Maka taruhan kita terutama para pendamping yang ada di sini, kita terus melakukan sosialisasi dan memberikan pelatihan bagaimana cara menyeleksi siswa sekolah rakyat. Intinya ini adalah kebijakan khusus untuk keluarga yang paling kurang mampu dengan siswa-siswa yang khusus, dengan proses pembelajaran yang khusus, guru-gurunya juga guru-guru yang khusus," katanya.
Ia berharap Sekolah Rakyat akan melahirkan generasi yang tangguh dan berkarakter.
"Yang tangguh itu adalah yang pintar, berkarakter, dan dia memiliki keterampilannya. Inilah yang diharapkan dari sekolah rakyat sebagaimana harapan dari pak presiden," pungkasnya.
Simak Video "Video: Hasil Pertemuan Mensos dan KPK, Ini yang Dibahas!"
(mjy/mjy)