Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sumut Naslindo Sirait ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai periode tahun 2018-2019. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution pun merespons soal anak buahnya itu.
Bobby mengatakan jika Naslindo belum diberhentikan karena tidak dilakukan penahanan. Pihaknya bakal memberhentikan Naslindo dari jabatannya jika sudah dilakukan penahanan.
"Kalau nanti sudah penahanan ya akan kita lakukan pemberhentian, emarin sudah saya tanya juga kepada Pak Sekda, kalau sudah penahanan ini nanti akan kita terbitkan Plt," kata Bobby Nasution di Kantor Gubsu, Kamis (29/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pj Sekda Sumut Sulaiman Harahap membenarkan jika Naslindo ditetapkan sebagai tersangka. Pihaknya menerima surat dari kejaksaan soal penetapan tersangka pada Jumat (23/1).
"Iya sudah dapat informasi soal penetapan tersangka, ada surat dari Kejaksaan per tanggal 23 Januari," kata Sulaiman Harahap saat dihubungi, Senin (26/1).
Namun Sulaiman tidak menjelaskan soal detail perkara yang menjerat Naslindo. Sulaiman pun meminta untuk menghubungi Badan Kepegawaian untuk informasi lebih lanjut.
"Ke BKD saja ya, kita hanya menjelaskan seperti itu," ucapnya.
Kepala Kepegawaian Sumut Sutan Tolang Lubis mengatakan jika ASN bakal diberhentikan sementara jika sudah ada penahanan. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.
"Dari sisi kepegawaian kan tentu ada aturan-aturan kepegawaian sebagaimana Undang-Undang ASN Tahun 2023, di situkan disebutkan PNS itu akan diberhentikan sementara apabila dilakukan penahanan tersangka," kata Sutan Tolang Lubis saat dihubungi, Selasa (27/1).
Hingga saat ini, Naslindo disebut belum dilakukan penahanan. Sehingga belum ada pencopotan dari jabatannya.
"Kalau informasi yang kami terima belum ada penahanan, tapi kita tetap dengan azas praduga tidak bersalah," ucapnya.
Naslindo sendiri menjabat sebagai Dewan Pengawas di BUMD tersebut. Saat bertugas di Pemkab Kepulauan Mentawai, Naslindo menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebelum akhirnya pindah ke Pemprov Sumut.
Berdasarkan unggahan di Instagram Kejaksaan Negeri Mentawai, Naslindo ditetapkan sebagai tersangka bersama seorang inisial YD. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi dalam penyertaan modal.
"Telah dilaksanakan penetapan tersangka dengan inisial NS dan YD dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana Penyertaan Modal pada Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Kemakmuran Mentawai tahun 2018 sampai dengan Tahun 2019," demikian tertulis dalam unggahan itu.
Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah pengembangan dari terdakwa KMS yang merupakan Direktur Utama Perusda Kemakmuran Mentawai periode 2017-2021. Saat ini, KMS sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Kelas 1 A Padang.
Simak Video "Video Tarif Baru Parkir di Medan: Motor Rp 2 Ribu, Mobil 4 Ribu"
[Gambas:Video 20detik] (niz/mjy)
