Warga Aceh Tewas di Malaysia Usai Dijemput Agen, Ada Luka di Tubuh

Aceh

Warga Aceh Tewas di Malaysia Usai Dijemput Agen, Ada Luka di Tubuh

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 28 Jan 2026 12:15 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto: Ilustrasi. (Thinkstock)
Banda Aceh -

Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Aceh Tengah, Khasnaini Mahara (26) ditemukan meninggal dunia di Malaysia dengan tubuh terdapat beberapa luka. Korban sempat ingin pulang ke kampung halamannya namun paspornya ditahan majikan.

Kejadian bermula saat Khasnaini mengabari keluarganya ingin pulang ke Desa Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah pada 16 Januari lalu. Dia memilih pulang lewat jalur tidak resmi karena sudah tidak memiliki paspor.

Pihak keluarga dan korban masih sempat berkomunikasi hingga sore menjelang malam. Korban dijemput seorang agen malam hari dan dijanjikan akan dipulangkan dari Johor menuju Batam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pihak keluarga diminta mengirim uang Rp 2,5 juta untuk biaya pemulangan. Setelah uang di transfer, nomor ponsel Khasnaini tidak aktif lagi.

Keluarga berupaya mencari informasi ke berbagai pihak, termasuk KJRI dan jaringan pertemanan Khasnaini di Malaysia, namun tidak memperoleh informasi apapun. Setelah sekian lama, warga Aceh di Malaysia mendapatkan kabar ada jenazah WNI di salah satu rumah sakit di Johor, Selasa (27/1).

ADVERTISEMENT

"Tim saya mendatangi rumah sakit tersebut dan melakukan pengecekan lalu mengonfirmasi identitas jenazah kepada keluarga. Hasilnya dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Khasnaini Mahara," kata Anggota DPD asal Aceh Sudirman Haji Uma kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, jenazah korban dipenuhi luka sobekan di beberapa bagian tubuh termasuk di mata dan pelipis. Informasi awal menyebutkan Khasnaini diduga jatuh dari kapal dan terkena baling-baling namun jenazah ditemukan di pinggir pantai dalam keadaan tas dan KTP masih utuh berada di dekat tubuhnya, sementara telepon genggamnya raib.

"Kondisi ini tentu menimbulkan kecurigaan. Kalau benar jatuh dari kapal dan terkena baling-baling bagaimana mungkin barang-barang pribadi seperti tas dan KTP masih utuh berada di samping jenazah. Ini harus ditelusuri sampai terang," jelas Haji Uma.

Jenazah Kasnaini diperkirakan tiba di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara sore nanti. Proses pemulangan termasuk kargo dari Johor membutuhkan biaya Rp 22 juta. Dari jumlah itu, 17 juta ditanggung pihak keluarga dan sisanya ditanggung Haji Uma.

Haji Uma berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu warga Aceh di Malaysia khususnya kepada Junaidi selaku Ketua GAB dan seluruh tim yang sudah membantu, BP3MI Aceh, serta semua pihak yang ikut berkontribusi dalam pemulangan almarhum.

"Kematian Khasnaini Mahara tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa kejelasan. Saya terus mengawal kasus ini bersama aparat penegak hukum agar kebenaran terungkap dan keadilan dapat diperoleh oleh keluarga korban, sekaligus sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri," ujar Haji Uma.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Indonesia vs Malaysia: Berebut 3 Poin Krusial"
[Gambas:Video 20detik] (agse/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads