Aceh Utara Belum Pulih, Pemkab Kembali Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Aceh

Aceh Utara Belum Pulih, Pemkab Kembali Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Agus Setyadi - detikSumut
Rabu, 28 Jan 2026 06:01 WIB
Kursi tertimbun lumpur di wilayah yang luluh lantak pascabanjir bandang di Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Selasa (9/12/2025). Desa tersebut menjadi salah satu wilayah di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara yang terdampak bencana banjir bandang dengan kerusakan pemukiman mencapai 95 persen. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Kondisi pascabanjir bandang di Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. (Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
Aceh Utara -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara kembali memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana hingga 31 Januari mendatang. Perpanjangan karena daerah itu belum pulih pasca banjir akhir November 2025 lalu.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah memperpanjang kembali status tanggap darurat penanganan bencana banjir yang telah berakhir 24 Januari kemudian diperpanjang dari 25 Januari hingga 31 Januari 2026," kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Muntasir Ramli kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

Keputusan tersebut ditandatangani Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil. Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi penanganan tanggap darurat, progres laporan pemulihan secara keseluruhan di Aceh Utara disebut belum ada perkembangan signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh sebab itu dibutuhkan atensi dan kerjasama semua pihak agar kondisi pemulihan berjalan dengan baik dan warga yang masih mengungsi di bawah tenda darurat dapat segera dipindahkan ke hunian sementara," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data sementara, jumlah korban terdampak bencana banjir di Aceh Utara sebanyak 433.064 jiwa atau 124.549 Kepala Keluarga (KK) dan korban banjir yang masih mengungsi 33.261 jiwa atau 9.242 Kepala Keluarga (KK) dan korban luka-luka 2.127 orang.

Selain itu, ada juga kelompok rentan sangat membutuhkan penanganan khusus seperti ibu hamil sebanyak 1.433 jiwa, balita 9.525 jiwa, lansia 6.895 dan disabilitas 513 jiwa. Sementara dampak kerusakan rumah kategori berat 9.707 unit, sedang 26.298 unit dan ringan 62.890 unit.

Untuk penanganan bencana, Bupati Ismail pada gelombang pertama sudah menetapkan 4.000 hunian tetap (Huntap) kepada calon penerima dan 9.707 Huntap pada gelombang kedua. Data tersebut sedang diverifikasi kembali oleh BPBD dan BNPB agar bantuan tepat sasaran.



(agse/dhm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads