Dalam beberapa tahun terakhir, pola pandang generasi muda terhadap pernikahan mengalami pergeseran besar. Menikah tidak lagi dianggap sebagai tujuan utama hidup oleh banyak anak muda di Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pernikahan di Indonesia terus menurun dalam satu dekade terakhir. Jika pada 2018 jumlah pasangan yang menikah masih di atas 2 juta, maka pada 2024 angkanya turun menjadi sekitar 1,4 hingga 1,5 juta pasangan, menjadi yang terendah dalam satu dekade.
Sementara itu, Statistik Pemuda Indonesia 2023 mencatat sekitar 68,29 persen pemuda berusia di bawah 30 tahun masih berstatus lajang. Angka ini menunjukkan peningkatan jumlah anak muda yang belum menikah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Penyebab Generasi Muda Menunda Menikah
Sejumlah faktor dinilai mempengaruhi keputusan generasi muda, untuk menunda pernikahan atau tidak menjadikannya prioritas utama:
1. Masalah Stabilitas Ekonomi
Kondisi keuangan menjadi pertimbangan utama. Banyak anak muda merasa belum siap menikah karena belum memiliki pekerjaan tetap, penghasilan stabil, atau tabungan yang cukup untuk membangun rumah tangga.
2. Prioritas Pendidikan dan Karir
Generasi Z dan milenial lebih memilih melanjutkan pendidikan dan mengejar karier terlebih dahulu. Banyak dari mereka menilai usia ideal menikah berada di rentang 25-30 tahun, bahkan ada pula yang belum merencanakan pernikahan dalam waktu dekat.
Simak Video "Video: LPS Yakin Generasi Muda Bawa Perekonomian Indonesia Lebih Maju"
(astj/astj)