Masih Banyak Wilayah Berlumpur, Aceh Tamiang Perpanjang Tanggap Darurat

Aceh

Masih Banyak Wilayah Berlumpur, Aceh Tamiang Perpanjang Tanggap Darurat

Agus Setyadi - detikSumut
Selasa, 20 Jan 2026 19:20 WIB
Warga melintas di dekat mobil warga yang terbawa arus banjir di kawasan Desa Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu  (3/12/2025). Bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11) berdampak rusaknya ribuan rumah, hilangnya harta benda, jalan lintas nasional terendam, 215.652 jiwa dari 53.835 kepala keluarga terpaksa mengungsi dan 39 orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.
Banjir Aceh Tamiang (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Aceh Tamiang -

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang kembali memperpanjang masa tanggap darurat penanganan bencana banjir dan tanah longsor selama 14 hari. Perpanjangan dilakukan karena lumpur yang merendam sejumlah desa belum sepenuhnya tertangani.

Perpanjangan masa tanggap darurat tertuang dalam Keputusan Bupati Aceh Tamiang nomor 100.3.3.2/84/2026 yang diteken Armia Pahmi, Selasa (20/1/2026). Perpanjangan berlaku mulai besok hingga 3 Februari mendatang.

Masa berlaku status tanggap darurat itu disebut dapat diperpanjang atau diperpendek sesuai kebutuhan penyelenggaraan penanganan darurat bencana di lapangan. Daerah ini sudah beberapa kali memperpanjang masa tanggap darurat sejak pertama ditetapkan akhir November 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perpanjangan karena masih butuh penanganan khusus, masih banyak wilayah yang lumpurnya belum tertangani, dan warga masih banyak yang di tenda-tenda," kata Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang Agusliayana Devita saat dimintai konfirmasi detikSumut.

Berdasarkan data sementara hingga Senin (19/1) pukul 18.00 WIB, jumlah pengungsi di Aceh Tamiang saat ini 5.963 orang yang mengungsi di 65 titik pengungsian. Banjir bak tsunami yang melanda Aceh Tamiang Rabu 26 November 2025 itu menyebabkan 101 orang meninggal dunia dan 18 luka-luka.

ADVERTISEMENT

Banjir dan longsor terjadi di 209 desa dalam 12 kecamatan. Bencana itu juga menyebabkan 3.888 rumah rusak, dan ratusan fasilitas lainnya ikut terdampak.

Diketahui, Aceh Tamiang termasuk salah satu daerah terparah dilanda bencana. Total ada 18 daerah terdampak dengan korban meninggal mencapai 561 orang, luka berat 456 orang dan luka ringan 4.939 jiwa.



(agse/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads