Thailand-Kamboja Sepakat Gencatan Senjata usai 3 Minggu Konflik

Internasional

Thailand-Kamboja Sepakat Gencatan Senjata usai 3 Minggu Konflik

Tim detikNews - detikSumut
Sabtu, 27 Des 2025 17:32 WIB
This handout photo taken and released by Agence Kampuchea Press (AKP) on September 17, 2025 shows a Thai soldier standing guard in a disputed area along the Cambodia-Thailand border in Banteay Meanchey province. Thai forces fired rubber bullets and tear gas during a stand-off with Cambodian protesters along their disputed border on September 17, Bangkoks military said, a move that Phnom Penh stated injured more than 20 people. Thai Army personnel were laying barbed wire on the border in Sa Kaeo when around 200 Cambodians gathered to protest, the Thai military said in a statement. (Photo by Handout / Agence Kampuchea Press (AKP) / AFP) / -----EDITORS NOTE --- RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT AFP PHOTO /   Agence Kampuchea Press (AKP)  - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS
Tentara Thailand berjaga di area perbatasan. (Foto: AFP PHOTO/Agence Kampuchea Press (AKP)
Jakarta -

Thailand dan Kamboja mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata "segera". Hal itu tertuang dalam pernyataan bersama yang dirilis kedua negara pada Sabtu (27/12), dengan komitmen menghentikan konflik bersenjata di wilayah perbatasan yang telah berlangsung selama beberapa pekan dan menelan banyak korban.

Dalam kurun tiga minggu pertempuran, sedikitnya 47 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi. Bentrokan melibatkan berbagai alutsista berat, mulai dari artileri, tank, drone, hingga jet tempur.

Ketegangan tersebut telah meluas ke hampir seluruh provinsi perbatasan di kedua negara, sekaligus menggagalkan upaya gencatan senjata sebelumnya yang sempat diklaim oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua belah pihak sepakat untuk segera melakukan gencatan senjata setelah penandatanganan Pernyataan Bersama ini, berlaku mulai pukul 12.00 siang (waktu setempat) pada tanggal 27 Desember 2025," demikian bunyi pernyataan yang ditandatangani oleh menteri pertahanan kedua negara, dilansir detikNews dari AFP, Sabtu (27/12/2025).

Dalam pernyataan tersebut dijelaskan gencatan senjata mencakup penghentian semua jenis senjata, termasuk serangan terhadap warga sipil, objek dan infrastruktur sipil, dan sasaran militer kedua belah pihak, dalam semua kasus dan semua wilayah.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Thailand dan Kamboja sepakat menghentikan seluruh pergerakan pasukan serta membuka jalan bagi warga sipil di kawasan perbatasan untuk kembali ke tempat tinggal mereka secepatnya.

Kedua negara juga berkomitmen memperkuat kerja sama, termasuk dalam upaya pembersihan ranjau darat dan penanggulangan kejahatan siber.

Kesepakatan gencatan senjata ini tercapai setelah tiga hari perundingan perbatasan, yang digelar menyusul pertemuan para menteri luar negeri negara-negara ASEAN, di mana Thailand dan Kamboja sama-sama menjadi anggota.

Sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, China, dan Malaysia, sebelumnya turut mendesak kedua negara bertetangga tersebut agar segera menghentikan konflik bersenjata.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads