Aset Harvey Moeis dan Sandra Dewi yang disita negara di kasus korupsi timah akan segera dilelang. Lelang tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) melimpahkan aset sitaan itu ke Badan Pemulihan Aset (BPA).
"Aset yang sudah disita dan sudah berkekuatan hukum atau inkrcaht dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai uang pengganti akan diserahkan oleh Tim JPU eksekutor kepada Badan PPA," kata Kapuspenkum Kejagung RI Anang Supriatna kepada wartawan, Senin (3/11/2025) seperti dikutip detikNews.
Nantinya BPA akan menilai terlebih dahulu nilai aset sitaan itu. "(BPA) lakukan penilaian nilai aset tersebut dan setelah itu dilakukan pelelangan," tuturnya.
Sandra Dewi sendiri telah mencabut gugatan keberatan terkait penyitaan aset. Hakim pun menyatakan vonis Harvey, termasuk perampasan aset, dapat dieksekusi.
Penetapan pencabutan permohonan keberatan Sandra Dewi dan kedua adiknya, Kartika Dewi serta Raymond Gunawan, dibacakan hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (28/10). Sandra Dewi menyatakan patuh terhadap putusan terkait penyitaan aset miliknya dalam kasus korupsi timah yang menjerat Harvey.
"Setelah menimbang, para Pemohon memberikan kuasanya memberikan surat pencabutan, tertanggal 28 Oktober 2025, yang pada pokoknya bahwa Pemohon tunduk dan patuh pada putusan dan telah berkekuatan hukum tetap," kata ketua majelis hakim Rios Rahmanto.
Simak Video "Video Aset Sandra Dewi Belum Cukup Bayar Uang Pengganti Harvey Moeis Rp 420 M"
(astj/astj)