Aceh

Mengenal Bungong Jeumpa yang Muncul di Uang Kertas Baru Rp 2 Ribu

Agus Setyadi - detikSumut
Kamis, 18 Agu 2022 16:52 WIB
Uang rupiah baru
Uang kertas pecahan terbaru tahun emisi 2022 (Foto: Dok. Bank Indonesia)
Banda Aceh -

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan tujuh pecahan uang kertas rupiah baru. Pada uang nominal Rp 2 ribu terdapat gambar Bungong Jeumpa yang berasal dari Aceh. Apa arti nya?

Uang kertas tahun 2022 itu terdiri atas pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2000, dan Rp 1000. Ketujuh pecahan uang tahun emisi 2022 tersebut secara resmi berlaku, dikeluarkan, dan diedarkan bertepatan pada HUT-77 Kemerdekaan RI.

Pada uang kertas Rp 2.000 dengan warna dominan abu-abu itu terdapat gambar tokoh pahlawan Mohammad Hoesni Thamrin. Ukuran uang tersebut 126 mm x 65 mm. Untuk sisi belakang tergambar tari piring, pemandangan alam Ngarai Sianok dan Bunga Jeumpa.


Bunga dalam bahasa Aceh disebut bungong. Sedangkan Jeumpa merupakan tumbuhan endemik yang tumbuh subur dengan sendirinya tanpa ditanam terlebih dahulu.

Pohon Jeumpa disebut tinggi dan besar sehingga mampu menyangga dahan dan ranting dengan bunga yang cukup banyak. Bunga ini mengeluarkan keharuman yang khas di Aceh. Di luar Tanah Rencong, bungong ini dikenal dengan sebutan Bunga Kantil.

"Bungong Jeumpa adalah bunga kebanggaan masyarakat Aceh. Ironinya, saat ini pertumbuhan Jeumpa semakin langka, semakin sulit ditemukan," kata Plt Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh Nurmatias saat dimintai konfirmasi, Kamis (18/8/2022).

Staf BPNB Aceh, Essi Hermaliza, mengatakan, masyarakat Aceh kerap menggunakan Jeumpa untuk berbagai kepentingan. Dalam tradisi masyarakat Tanah Rencong, Jeumpa disebut dijadikan simbol keindahan.

Warna Jeumpa disebut kuning, hijau, dan kemerahan. Bunga itu juga dipakai dalam beragam tradisi masyarakat Serambi Mekkah.

"Dalam tradisi masyarakat Aceh, Jeumpa dijadikan simbol keindahan. Kita sering mendapatkan Jeumpa dijadikan bagian dari kelengkapan upacara tradisi karena keharumannya. Dalam upacara perkawinan, kuncup Jeumpa dijadikan hiasan kepala dara baro (pengantin). Seiring perubahan masa di mana Jeumpa semakin sulit ditemukan, maka posisi Jeumpa digantikan oleh kuncup melati," jelas Essi.



Simak Video "Antusias Warga Medan Tukar Uang Baru Emisi 2022"
[Gambas:Video 20detik]