Bengkulu

Kepala Basarnas Sebut Bengkulu Provinsi Rawan Bencana

Hery Supandi - detikSumut
Kamis, 11 Agu 2022 16:18 WIB
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi (Hery/detikSumut)
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi (Hery/detikSumut)
Bengkulu -

Basarnas mengkategorikan Bengkulu sebagai satu dari tiga provinsi yang rawan terjadi bencana di pulau Sumatera. Karena itu Provinsi Bengkulu dalam waktu dekat akan mendapat tambahan armada kapal.

"Kami memang sengaja mengutamakan Bengkulu, karena adanya kerawanan yang ada di wilayah Bengkulu ini," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Basarnas Bengkulu, Kamis (11/8/2022).

Menurut dia segala jenis potensi bencana ada di Bengkulu mulai dari kecelakaan laut hingga gempa. Karena kompleksitas itu Basarnas menjadikan Bengkulu sebagai salah satu provinsi rawan terjadi bencana.


"Lengkap di sini semua, ada artinya apa potensi kecelakaan laut ada, potensi gempa bumi juga besar, di Sumatera ada tiga provinsi yang rawan bencana salah satunya Bengkulu," kata Henri.

Untuk sumber daya manusia, kata Hendri, hampir seluruh wilayah di Indonesia mengalami kekurangan personel. Sebab, untuk satu personil pasukan, menangani 80.000 orang.

"Kekurangan ini, bisa kita selesaikan dengan bekerjasama dengan TNI-Polri, kami meminta orang-orang yang ingin memiliki jiwa kemanusiaan tinggi bergabung dalam satuan penanganan bencana," papar Hendri.

Karena Provinsi Bengkulu termasuk kategori rawan bencana, Henri mengatakan pihaknya akan menambak peralatan khusus yakni kapal yang mampu menembus ombak hingga level 5.

"Minimal akan ada dua kapal berkemampuan tinggi untuk penambahan armada Basarnas Bengkulu," demikian Hendri.

Di sisi lain pihaknya juga telah mengusulkan kepada Kementerian PUPR agar daerah yang memiliki kerawanan bencana gempa untuk mengganti sistem bangunan yang aman dari bencana gempa, seperti halnya Bengkulu yang dilalui oleh jalur Megathrust.

"Bersama dengan BMKG dengan komposisi lima tahun sering berdiskusi dan komunikasi, makanya daerah daerah mana yang saya kunjungi termasuk Bengkulu, untuk dibuatkan dengan Menteri PUPR sistem bangunan aman dari gempa," katanya.

Henri menjelaskan, di Bengkulu sistem bangunan harus diubah, agar pengetahuan masyarakat akan bangunan yang relatif aman, apa lagi saat ini masyarakat selalu melihat bentuk modern tapi tidak disesuaikan dengan kondisi geografis.

"Nah kalau di Padang mereka sudah punya tradisi bangunan bertiang, ini cukup aman bila terjadi gempa, kita menyarankan bangunan dengan tiang penyangga cukup aman di daerah gempa," jelas Henri.

Henri meminta agar warga Bengkulu, mulai menggunakan bangunan yang aman dari gempa, karena bangunan yang modern dan kekinian belum tentu aman di daerah rawan akan bencana gempa.

"Kita menunggu adanya sistem bangunan baru yang dikeluarkan Kementerian PUPR untuk wilayah yang rawan gempa," tutup Henri.



Simak Video "Gempa M 5,6 Guncang Bengkulu"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)