Lihat Lagi Aksi Satire Warga Asahan soal Jalan Rusak

Tim detikSumut - detikSumut
Kamis, 02 Jun 2022 12:05 WIB
Keseruan bocah-bocah di Asahan menangkap ikan lele di kubangan jalan rusak.
Aksi anak-anak menangkap ikan lele di kubangan lumpur (Foto: Perdana Ramadan)
Asahan -

Momen Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan betul oleh warga Desa Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Mereka melakukan aksi satire dengan menggelar upacara bendera persis di lokasi jalan rusak.

Aksi satire ini merupakan bentuk protes warga kepada Pemkab Asahan yang terkesan tidak peduli dengan kondisi jalan rusak.

Padahal (31/3) lalu saat warga menggelar aksi protes di Kantor Bupati Asahan, pejabat dari dinas pekerjaan umum menjanjikan adanya perawatan. Janji tinggal janji, dua bulan berlalu perawatan atau perbaikan jalan rusak yang disampaikan ke warga tidak direalisasikan.


Upacara Hari Lahir Pancasila di Asahan, Sumut.Upacara Hari Lahir Pancasila di Asahan, Sumut. Foto: Perdana Ramadhan/detikSumut

Amatan detikSumut di lokasi (1/6) warga mulai menggelar upacara sekitar pukul 10:00 WIB, ada puluhan warga terlihat sudah berkumpul di jalan desa. Mereka kemudian berbaris dan berdiri di atas kubangan jalan itu. Prosesi upacara digelar dengan menaikkan bendera merah putih dan pembacaan teks Pancasila diikuti seluruh peserta upacara.

"Upacara menaikkan bendera ini sengaja kami gelar memperingati hari lahir Pancasila di atas jalan desa kami yang rusak sebagai bentuk kekecewaan bahwa jalan di desa ini tak pernah tersentuh," kata pemuda desa, Ikbal (30) kepada wartawan.

Menurutnya inisiatif menggelar upacara di atas kubangan jalan rusak itu diinisiasi oleh pemuda desanya dengan harapan viral dan cepat mendapatkan respon dari pemerintah setempat.

Menurut warga ada sekitar 13 kilometer jalan milik kabupaten di desa tersebut yang rusak mulai dari Desa Gonting Malaha menuju Desa Bandar Pulau Pekan.

"Sudah muak kami jalan rusak begini terus tak pernah diperbaiki. Terutama kalau ada orang sakit apalagi mau melahirkan bisa melahirkan di jalan dia sebelum sampai Puskesmas," ujarnya.

Upacara Hari Lahir Pancasila di Asahan, Sumut.Upacara Hari Lahir Pancasila di Asahan, Sumut. Foto: Perdana Ramadhan/detikSumut

Selain menggelar upacara di tengah jalan rusak, warga juga membentang spanduk bertuliskan 'Selamat datang di jalur wisata jalan berlubang dari Desa Gonting Malaha menuju desa Bandar Pulau Pekan'.

Tidak berhenti sampai di situ, panitia selanjutnya membuat lomba khusus anak-anak mencari ikan lele di kubangan lumpur. Ikan lele tersebut sebelumnya di tempatkan di dalam ember hitam. Dalam aba-aba hitungan ke tiga, belasan anak-anak ini sudah membaur ke dalam kubangan lumpur menangkap lele yang sudah dilepasliarkan. Mereka menangkapnya dengan tangan kosong.

Keseruan ini rupanya tak hanya diikuti oleh kelompok anak-anak saja. Beberapa orang dewasa juga mencuri kesempatan mengambil lele yang berenang ke sana sini. Kegiatan itu merupakan bagian dari acara kemeriahan warga menyambut hari Lahir Pancasila 1 Juni dan mencari perhatian di tengah kondisi jalan desa yang rusak.

"Jadi setelah upacara kami bikin acara seru-seruan lomba tangkap lele ini. Semoga pesan ini sampai ke pemerintah kritik kami sebagai warga desa yang bosan dengan kondisi jalan di sini," kata warga Rafiq Silitonga.

Aksi ini, kata dia bagian dari perjuangan mereka untuk mendapatkan hak infrastruktur jalan desa yang lebih baik. Warga di sana mayoritas bekerja sebagai petani kebun sementara akses jalan itu sangat vital untuk perekonomian warga.

"Kami sudah usul bagus bagus melalui musrenbang sudah, sampai demo ke kantor Bupati juga tak ditanggapi jadinya bikin aksi seperti ini supaya viral," kata dia.



Simak Video "Viral Sosok Mirip Pocong di Rusun Kisaran Sumut Tertangkap Kamera"
[Gambas:Video 20detik]
(astj/astj)