Aceh

Catat! Ini 10 Pelanggaran di Aceh yang Dapat Dicambuk

Agus Setyadi - detikSumut
Selasa, 05 Apr 2022 19:21 WIB
hukuman cambuk di acehq
Hukuman cambuk di Aceh. (Foto: Agus Setyadi)
Banda Aceh -

Pelanggar syariat Islam di Aceh berpotensi dijatuhi hukuman cambuk oleh hakim Mahkamah Syar'iyah (MS). Ada sepuluh pelanggaran yang diatur dalam Qanun Jinayat, mulai dari berjudi hingga berzina.

Dikutip detikSumut dari Qanun Nomor 6 tahun 2014, ada tiga jenis hukuman yang dapat dijatuhkan bagi pelanggar, yakni cambuk, penjara, atau denda dengan hitungan emas.

Selain itu, dalam qanun juga diatur pelanggaran yang dapat dikenai hukuman bersifat hudud atau ta'zir.


Hudud merupakan jenis hukuman yang bentuk dan besarannya telah ditentukan di dalam qanun secara tegas.

Sedangkan Ta'zir adalah jenis 'Uqubat yang telah ditentukan dalam qanun yang bentuknya bersifat pilihan dan besarannya dalam batas tertinggi dan atau terendah.

Berdasarkan pasal 3 ayat 2, pelanggaran yang diatur dalam qanun meliputi:

1. Khamar (minum minuman yang memabukkan)
2. Maisir (berjudi)
3. Khalwat (berdua-duaan pria-wanita bukan muhrim di tempat sepi)
4. Ikhtilath (bercumbu dengan pasangan bukan muhrim)
5. Zina
6. Pelecehan seksual
7. Pemerkosaan
8. Qadzaf (menuduh seseorang berzina tanpa dapat mengajukan empat saksi)
9. Liwath (gay)
10. Musahaqah (lesbian).

Kesepuluh pelanggaran itu berpotensi membuat pelanggar dicambuk meski kadang hakim menjatuhi hukuman penjara. Untuk diketahui, satu kali cambuk setara dengan 30 hari penjara.

Selain hukuman pokok, hakim juga dapat menjatuhkan hukuman (ta'zir) tambahan bagi pelanggaran. Jenis hukuman tambahan diatur pada pasal 4 ayat 5 yakni:

a. pembinaan oleh negara;
b. Restitusi oleh orang tua/wali;
c. pengembalian kepada orang tua/wali; d. pemutusan perkawinan;
e. pencabutan izin dan pencabutan hak;
f. perampasan barang-barang tertentu;
g. kerja sosial.

Hukuman tambahan tersebut dapat dijatuhkan hakim atas pertimbangan tertentu. Pada pasal 4 ayat 7 disebutkan ketentuan lebih lanjut tata cara pelaksanaan hukuman tambahan diatur dalam peraturan gubernur.

Aturan dalam Qanun Jinayat ini tidak hanya berlaku bagi pelanggar dewasa saja. Pelanggar yang masih di bawah umur juga dapat dijerat dengan qanun sesuai tertuang dalam BAB VI tentang jarimah dan uqubah bagi anak-anak.

Ada dua pasal yang mengatur soal pelanggaran bagi anak-anak yakni pasal 66 dan 67. Bunyi kedua pasal itu adalah:

Pasal 66
Apabila anak yang belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun melakukan atau diduga melakukan Jarimah, maka terhadap Anak tersebut dilakukan pemeriksaan berpedoman kepada peraturan perundang-undangan mengenai peradilan pidana anak.

Pasal 67
(1) Apabila anak yang telah mencapai umur 12 (dua belas) tahun tetapi belum mencapai umur 18 (delapan belas) tahun atau belum menikah melakukan Jarimah, maka terhadap anak tersebut dapat dikenakan 'Uqubat paling banyak 1/3 (satu per tiga) dari 'Uqubat yang telah ditentukan bagi orang dewasa dan atau dikembalikan kepada orang tuanya/walinya atau ditempatkan di tempat yang disediakan oleh Pemerintah Aceh atau Pemerintah Kabupaten/Kota.
(2) Tata cara pelaksanaan 'Uqubat terhadap anak yang tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai sistem peradilan anak diatur dalam Peraturan Gubernur.

Lalu siapakah pelanggar yang dapat dijerat dengan Qanun Jinayat, apakah hanya orang Islam?

Pada pasal 5 dijelaskan ada empat kategori yang dapat dikenakan hukuman sesuai qanun. Bunyi lengkap pasal itu adalah:

Pasal 5
Qanun ini berlaku untuk:
a. Setiap orang beragama Islam yang melakukan Jarimah di Aceh;
b. Setiap orang beragama bukan Islam yang melakukan Jarimah di Aceh bersama-sama dengan orang Islam dan memilih serta menundukkan diri secara sukarela pada Hukum Jinayat;
c. Setiap orang beragama bukan Islam yang melakukan perbuatan Jarimah di Aceh yang tidak diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau ketentuan pidana di luar KUHP, tetapi diatur dalam Qanun ini; dan
d. Badan usaha yang menjalankan kegiatan usaha di Aceh.



Simak Video "Gempa M 5,2 Guncang Banda Aceh, Tak Berpotensi Tsunami"
[Gambas:Video 20detik]
(agse/dpw)