Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas: Awet Berbulan-bulan dan Segar

Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas: Awet Berbulan-bulan dan Segar

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Rabu, 27 Mei 2026 10:00 WIB
Menyimpan Daging di Kulkas
Ilustrasi menyimpan daging kurban di kulkas. (Foto: Shutterstock)
Palembang -

Saat momen Idul Adha daging kurban biasanya dibagikan dalam jumlah yang cukup banyak. Agar tidak cepat rusak, penting untuk mengetahui cara menyimpannya di kulkas dengan benar supaya tetap segar dan awet hingga berbulan-bulan.

Cara penyimpanan yang tepat dapat membantu menjaga kualitas daging tetap segar saat akan diolah kembali. Jika salah menyimpan, daging bisa berubah bau, berair, bahkan mudah terkontaminasi bakteri.

Berikut terdapat beberapa cara untuk menyimpan daging kurban di kulkas agar awet berbulan-bulan dan tetap segar. Yuk simak!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas

Berikut cara menyimpan daging kurban yang benar agar tetap segar dan awet dilansir laman Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dan laman IPB University.

1. Jangan Langsung Mencuci Daging

Cuci tangan terlebih dahulu hingga bersih sebelum memegang daging kurban agar kebersihannya tetap terjaga. Kebiasaan ini penting dilakukan untuk mencegah perpindahan kuman atau bakteri ke daging.

ADVERTISEMENT

Setelah menerima daging kurban, sebaiknya jangan langsung mencucinya. Daging yang terkena air menjadi lebih lembab sehingga dapat mempercepat pertumbuhan bakteri. Selain itu, percikan air juga berisiko menyebarkan bakteri patogen seperti Salmonella atau Campylobacter ke area sekitar dapur.

2. Potong Daging Sesuai Porsi

Potong daging menggunakan pisau yang bersih sesuai porsi sekali masak agar lebih praktis saat akan diolah. Setelah itu, simpan daging di dalam wadah plastik transparan atau kotak tertutup rapat, bukan menggunakan kantong kresek biasa.

Jika ingin disimpan dalam waktu lama, masukkan daging ke dalam freezer. Saat akan digunakan, pindahkan terlebih dahulu ke bagian bawah kulkas agar proses pencairannya lebih aman. Daging yang sudah dicairkan sebaiknya tidak dibekukan kembali karena dapat menurunkan kualitas dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

3. Pisahkan Jeroan dan Daging

Pisahkan Jeroan dari daging saat akan disimpan agar kualitas dan aroma daging tetap terjaga. Karena jeroan memiliki aroma yang lebih kuat dan lebih cepat mengalami penurunan kualitas dibandingkan daging biasa.

Sebelum disimpan kedalam freezer, pastikan jeroan sudah dibersihkan dan dimasak hingga matang terlebih dahulu agar tidak cepat rusak dan tidak bau sebelum dibekukan. Penyimpanan yang terpisah juga membantu menjaga kesegaran daging kurban lebih lama.

4. Perhatikan Suhu Penyimpanan Daging

Suhu penyimpanan menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan kualitas dan ketahanan daging kurban agar tetap awet dan segar. Semakin rendah suhu penyimpanan, maka pertumbuhan bakteri dapat diperlambat sehingga daging bisa bertahan lebih lama dan tetap segar saat diolah.

Daging kurban yang disimpan di freezer dengan suhu sekitar 0 hingga -5 derajat Celcius umumnya hanya mampu bertahan kurang dari tiga hari. Pada suhu tersebut, proses pembekuan belum maksimal sehingga kualitas daging lebih cepat menurun.

Jika disimpan pada suhu freezer sekitar -5 hingga -10 derajat Celcius, daging dapat bertahan hingga kurang lebih satu minggu. Sementara itu, penyimpanan pada suhu di bawah -10 derajat Celsius membuat daging lebih awet dan dapat bertahan lebih dari satu minggu. Bahkan, daging yang disimpan pada suhu -18 derajat Celcius atau lebih rendah dapat bertahan sekitar 6 hingga 12 bulan.

Untuk penyimpanan di kulkas bagian bawah atau chiller dengan suhu 0-4 derajat Celcius, daging biasanya hanya bertahan sekitar 3-5 hari. Sedangkan jika dibiarkan di suhu ruang sekitar 25-30 derajat Celcius, daging sebaiknya segera diolah karena hanya aman dikonsumsi dalam waktu 2-4 jam.

Strategi Mengolah Daging Kurban

Saat akan mengolah daging kurban, sebaiknya jangan langsung memasak daging yang masih dalam kondisi beku karena akan membuat tekstur daging menjadi alot. Cairkan terlebih dahulu secara perlahan, lalu masak dengan suhu panas yang cukup hingga matang sempurna,baik dengan cara dibakar, digoreng, ditumis, dibakar atau dipanggang.

Agar hasil masakan lebih sehat dan lezat gunakan berbagai bumbu rempah alami seperti bawang putih, ketumbar, jahe, kunyit atau lada. Rempah-rempah tidak hanya menambah cita rasa, tetapi juga membantu mengurangi aroma amis pada daging.

Jika ingin membuat sate yang lebih empuk, detikers bisa menambahkan parutan nanas atau membungkus daging menggunakan daun pepaya sebelum dimasak. Sementara untuk daging beku, rendam daging yang masih dalam kemasan ke dalam air dingin hingga teksturnya kembali segar sebelum diolah sesuai selera.

Nah itulah cara menyimpan daging kurban di kulkas agar lebih awet dan tetap segar lengkap dengan strategi pengelolaannya. Semoga bermanfaat ya detikers!

Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Jeroan Vs Kulit Sapi, Mana Lebih 'Sehat'?"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads