Bangka Belitung bukan hanya soal pantai eksotis dan batu granit, terdapat juga berbagai kuliner yang wajib jadi buah tangan. Sudahkah memilih oleh-oleh khas Bangka Belitung yang tahan lama?
Bagi detikers yang berencana berkunjung ke Bangka Belitung tidak perlu bingung mencari oleh-oleh. Ada banyak pilihan buah tangan khas yang tidak hanya lezat, tetapi aman dibawa pulang ke berbagai penjuru Indonesia.
Inilah rekomendasi oleh-oleh khas Bangka Belitung yang tahan lama dan lezat. Simak ulasannya lengkapnya di bawah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh-oleh Khas Bangka Belitung
1. Kemplang
Ilustrasi kemplang Foto: Rachman_punyaFOTO |
Dilansir dari buku Makanan Tradisional Masyarakat Bangka Belitung oleh Dwi Setiati, kemplang tersedia dalam tiga varian yaitu kemplang ikan, udang, dan cumi. Bahan utama digiling halus lalu dicampur dengan tepung tapioka, gula, garam, telur, dan bumbu penyedap.
Adonan dicetak, dikukus, kemudian dijemur hingga kering. Setelah itu kemplang bisa diolah dengan cara digoreng, dioven, atau dipanggang di atas bara api hingga mengembang sebelum dikemas dan dijual. Kemplang bisa bertahan hingga beberapa bulan jika disimpan dalam kemasan tertutup dan terhindar dari kelembaban.
2. Pletek Cumi-cumi
Pletek cumi-cumi adalah camilan khas berbahan dasar sagu dan telur cumi. Bentuknya elips dengan ukuran kecil, teksturnya renyah, dan rasanya gurih dengan aroma cumi yang khas.
Camilan ini kerap diincar wisatawan sebelum pulang karena cocok dijadikan teman bersantai. Sebagai produk kerupuk kering, pletek cumi bisa bertahan cukup lama dalam wadah tertutup, umumnya hingga beberapa bulan selama disimpan di tempat kering.
3. Kue Rintak (Kue Bangkit)
Kue rintak Foto: (Foto: Istimewa/Wonderful Pangkalpinang) |
Kue Rintak atau kue bangkit adalah kue kering kecil khas Bangka Belitung berbahan dasar sagu, gula pasir, dan santan kelapa. Rasanya manis dan gurih, tidak bikin eneg, dan makin nikmat jika dinikmati bersama teh atau kopi hangat.
Teksturnya yang benar-benar kering membuat kue ini cocok disimpan lama, bahkan konon sering dijadikan bekal para nelayan saat melaut. Kue Rintak bisa bertahan hingga 1-2 bulan dalam wadah tertutup di tempat yang kering dan sejuk.
4. Keritcu (Keripik Telur Cumi)
Keritcu Makanan Khas Bangka Belitung Foto: Dok. Dinas Pariwisata Kota Pangkal Pinang |
Dikutip dari situs Wonderful Pangkalpinang, kericu adalah singkatan dari keripik telur cumi-cumi. Camilan spesial khas Bangka ini terbuat dari telur cumi yang dicampur tepung sagu dan aneka bumbu, dibentuk panjang dengan cara dipelintir, lalu digoreng hingga renyah.
Proses pengeringan setelah penggorengan membuat kadar minyaknya sangat sedikit. Kericu tidak mudah basi meski disimpan dalam waktu yang cukup lama, terutama jika diletakkan di tempat kering dan tertutup rapat tanpa bahan pengawet tambahan.
5. Getas
Getas, salah satu oleh-oleh khas Bangka Foto: Dok. Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang |
Getas adalah camilan tradisional khas Bangka Belitung berbentuk bulat kecil dengan tekstur renyah di luar dan sedikit kenyal di dalam. Terbuat dari campuran ikan, cumi-cumi, sagu, garam, dan bumbu lainnya, getas bahkan selalu hadir di setiap rumah warga saat perayaan Hari Raya.
Camilan ini sering dijadikan oleh-oleh karena daya tahannya yang cukup lama dan cocok dibawa dalam perjalanan jauh. Dalam kemasan tertutup yang disimpan di tempat kering, getas bisa bertahan hingga beberapa bulan.
6. Lada Putih Muntok
Bangka Belitung, khususnya daerah Muntok, dikenal sebagai salah satu penghasil lada putih berkualitas tinggi yang telah diekspor ke berbagai negara. Lada Muntok memiliki rasa yang lebih pedas dan aroma yang tajam dibanding lada dari daerah lain, menjadikannya pilihan oleh-oleh eksklusif bagi pecinta kuliner.
Lada putih adalah salah satu oleh-oleh dengan daya tahan paling lama, yakni bisa bertahan hingga 1-2 tahun jika disimpan di tempat kering dan tertutup rapat.
7. Terasi (Belacan)
Belacan Foto: says.com / Media Selangor / via Peachyeung316 |
Dikutip detikFood, terasi Bangka Belitung banyak dibawa sebagai oleh-oleh oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Terbuat dari udang rebon yang melalui proses fermentasi dan pengeringan, terasi Bangka dikenal memiliki kualitas tinggi, aroma kuat, dan cita rasa yang khas sehingga mampu meningkatkan kelezatan berbagai masakan tradisional.
Berkat proses fermentasi dan pengeringannya, terasi bisa bertahan hingga lebih dari satu tahun jika disimpan dengan baik di tempat kering.
8. Sambal Lingkung (Abon Ikan)
Sambal Lingkung khas Sumatera Bagian Selatan Foto: Instagram:friel_sit |
Dilansir dari buku Makanan Tradisional Masyarakat Bangka Belitung oleh Dwi Setiati, sambal lingkung adalah abon ikan khas Bangka Belitung yang terbuat dari daging ikan tenggiri padat dan minim air yang dimasak hingga benar-benar kering dan berbutir.
Berbeda dari abon sapi yang berserat, tekstur sambal lingkung lebih halus dengan rasa gurih dan sedikit pedas. Cocok dijadikan lauk pendamping nasi maupun taburan di atas roti tawar. Karena kadar airnya yang sangat rendah, sambal lingkung bisa bertahan cukup lama setara dengan abon pada umumnya, yakni beberapa bulan dalam kemasan tertutup.
9. Dodol Bangka (Lempok Cempedak)
Lempok cempedak adalah dodol khas Bangka Belitung yang terbuat dari buah cempedak, gula pasir, dan garam. Teksturnya kenyal dengan rasa manis yang legit dan aroma buah cempedak yang khas. Perlu diketahui, cempedak hanya muncul di musim tertentu yakni sekitar Oktober hingga Desember, sehingga lempok ini tergolong oleh-oleh yang cukup istimewa.
Dodol Bangka termasuk oleh-oleh yang tahan lama dan bisa dibawa untuk perjalanan jauh, umumnya bertahan beberapa minggu hingga bulan tergantung cara penyimpanan.
10. Sirup Jeruk Kunci
Dikutip dari detikFood, sirup jeruk kunci adalah minuman khas Bangka Belitung yang mudah ditemukan di hampir semua toko oleh-oleh. Cita rasanya yang segar dengan sentuhan asam khas jeruk kunci dipercaya bermanfaat bagi kesehatan dan melancarkan pencernaan.
Bisa dinikmati dengan air hangat maupun dingin sesuai selera. Selama segel botol belum dibuka, sirup ini umumnya memiliki masa kadaluarsa sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. Setelah dibuka, sebaiknya segera dihabiskan dan disimpan di dalam lemari es.
Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
Simak Video "Video Penembak Mati PNS di Lampung Serahkan Diri ke Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(mep/mep)

















































