Tempoyak menjadi salah satu bumbu tradisional khas Indonesia yang punya cita rasa unik. Bahan ini berasal dari fermentasi daging durian, menghasilkan aroma kuat dengan rasa asam yang khas di lidah.
Dilansir dari detikFood, tempoyak bukan hanya dijadikan lauk pendamping nasi, tetapi juga kerap diolah menjadi berbagai hidangan seperti sambal hingga campuran masakan ikan. Keunikan rasanya membuat tempoyak tetap digemari hingga kini.
Di sejumlah daerah di Sumatera seperti Palembang, Jambi, dan Lampung, tempoyak sudah menjadi bagian dari kuliner sehari-hari. Bahkan, bahan ini mudah ditemukan saat musim durian karena banyak masyarakat yang mengolahnya menjadi stok makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain cita rasanya yang khas, proses pembuatan tempoyak juga terbilang sederhana. Dengan bahan yang mudah didapat dan teknik fermentasi alami, siapa pun bisa membuat tempoyak sendiri di rumah.
Cara Membuat Tempoyak Durian
Proses pembuatan tempoyak sebenarnya cukup sederhana. Bahan utamanya adalah durian matang, terutama yang teksturnya agak berair agar mudah difermentasi.
Bahan:
- 2 buah durian lokal (ukuran kecil/sebesar kepala bayi)
- Garam sekitar 2% dari berat daging durian
- 2 buah cabai rawit (opsional)
- Toples beling bertutup
Serbet bersih
Cara Membuat:
- Pisahkan daging durian dari bijinya, lalu masukkan ke dalam wadah atau baskom bersih.
- Tambahkan garam dan cabai rawit yang sudah diiris, kemudian aduk hingga tercampur merata.
- Pindahkan adonan ke dalam toples kaca (beling), lalu tutup rapat.
- Lapisi bagian tutup dengan serbet bersih dan ikat agar lebih kedap udara.
- Simpan di suhu ruang dan hindari sinar matahari langsung selama beberapa hari hingga proses fermentasi berlangsung.
Hasilnya, tempoyak memiliki tekstur lembek dengan rasa asam yang khas. Rasa ini muncul dari proses fermentasi alami yang menghasilkan bakteri asam laktat atau Lactic Acid Bacteria (LAB).
Tempoyak tidak hanya dinikmati langsung sebagai lauk, tetapi juga sangat fleksibel untuk diolah menjadi berbagai masakan khas Nusantara. Berikut aneka resep olahan tempoyak:
Aneka Resep Olahan Tempoyak
1. Pindang Patin Tempoyak
Pindang patin tempoyak dikenal dengan cita rasa asam pedas yang segar. Perpaduan ikan patin yang gurih dengan bumbu tempoyak membuat hidangan ini semakin menggugah selera.
Bahan:
- 500 g ikan patin
- 200 g tempoyak
- 2 buah tomat, potong
- 1 iris nanas
- Daun kemangi secukupnya
- 2 lembar daun salam
Cara membuat:
- Lumuri ikan dengan garam dan asam jawa, diamkan sejenak.
- Tumis bumbu halus, masukkan tempoyak dan aduk rata.
- Tambahkan ikan, air, tomat, nanas, dan daun salam.
- Masak hingga mendidih, lalu masukkan kemangi dan sajikan hangat.
2. Brengkes Tempoyak
Olahan ini mirip pepes dengan cita rasa khas tempoyak yang meresap ke dalam ikan.
Bahan utama:
- 1 ekor ikan patin
- 200-250 g tempoyak
- Daun pisang
Cara membuat:
- Campur bumbu halus dengan tempoyak, lalu lumuri ikan.
- Diamkan 10-15 menit agar meresap.
- Bungkus dengan daun pisang, kukus 25-30 menit.
- Panggang sebentar agar aromanya lebih harum, lalu sajikan.
3. Sambal Tempoyak
Sambal tempoyak menjadi pelengkap makan yang nikmat, terutama dengan ikan goreng dan nasi hangat.
Bahan:
- 5 cabai merah
- 50 g tempoyak
- 2 cabai rawit (opsional)
- 4 bawang merah
- 1 batang lengkuas
- Garam dan gula secukupnya
Cara membuat:
- Haluskan cabai dan bawang hingga kasar.
- Tambahkan tempoyak, aduk hingga rata.
- Tumis dengan sedikit minyak, beri garam dan gula.
- Sajikan bersama lauk favorit.
Tempoyak tidak hanya sekadar bahan makanan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner Nusantara yang kaya akan cita rasa. Berbagai olahan berbahan tempoyak pun terus berkembang dan tetap diminati hingga sekarang.
Inilah dia cara membuat tempoyak durian rumahan lengkap dengan aneka olahannya. Semoga bisa jadi inspirasi memasak dan bermanfaat untuk kamu yang ingin mencoba resep khas Indonesia di rumah.
Artikel ini ditulis oleh Mutiara Helia Praditha peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(dai/dai)











































