Aksi Bullying Siswi SD di Lampung, Polisi: Dipicu Saling Ejek

Lampung

Aksi Bullying Siswi SD di Lampung, Polisi: Dipicu Saling Ejek

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Minggu, 19 Jul 2026 17:29 WIB
Siswi SD di Lampung Timur dibully
Siswi SD di Lampung Timur dibully (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)
Lampung Timur -

Enam siswi Sekolah Dasar (SD) yang terlibat dalam perundungan seorang rekannya di Lampung Timur diperiksa polisi. Polisi menyebut motif perundungan ini kesal setelah adanya saling ejek.

Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polres Lampung Timur, Iptu Muhammad Iksir saat dikonfirmasi detikSumbagsel. Ia menjelaskan pemeriksaan terhadap 6 siswi yang terlibat dalam peristiwa tersebut dilakukan pada Sabtu (18/7/2026).

"Jadi kemarin sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 6 siswi SD yang mengetahui peristiwa tersebut. Pemeriksaan dilakukan melibatkan dinas, pihak sekolah maupun orang tua," katanya, Minggu (19/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari hasil pemeriksaan kami mendapatkan keterangan bahwa awalnya mereka ini saling ejek. Kemudian terjadi peristiwa yang viral di media sosial, jadi motif awal ini karena saling ejek," sambung Iksir.

Sebelum video tersebut beredar luas di media sosial, Iksir bilang dari keterangan pihak sekolah telah ada pertemuan untuk kesepakatan berdamai.

ADVERTISEMENT

"Pihak sekolah mengatakan kepada kami bahwa sebelumnya itu sudah ada pertemuan dengan para murid yang terlibat. Dalam pertemuan itu ada kesepakatan berdamai," jelasnya.

Iksir memastikan dalam proses penyelidikan yang dilakukan pihaknya akan melibatkan banyak pihak mulai dari Dinas PPA Kabupaten Lampung Timur, pihak sekolah, orang tua serta lembaga anak lainnya.

Sebelumnya, Beredar video aksi perundungan memperlihatkan seorang siswi SD dianiaya oleh rekan sekolahnya. Peristiwa ini terjadi di salah satu SD di Kabupaten Lampung Timur.

Dalam video yang beredar terlihat korban dikelilingi oleh beberapa pelajar lainnya, sesekali korban didorong hingga menerima kekerasan seperti dijambak hingga ditampar. Mendapatkan perlakuan tersebut, korban hanya bisa diam sesekali memperbaiki rambutnya yang ditarik oleh siswi lainnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads