Melamar Kerja, Mahasiswi Ini Malah Disekap dan Diperkosa

Regional

Melamar Kerja, Mahasiswi Ini Malah Disekap dan Diperkosa

Sahrul Alim - detikSumbagsel
Kamis, 14 Mei 2026 14:30 WIB
Mahasiswi di Makassar disekap 3 hari dan diperkosa di sebuah kontrakan usai tergiur lowongan pekerjaan.
Mahasiswi di Makassar disekap 3 hari dan diperkosa di sebuah kontrakan usai tergiur lowongan pekerjaan. (Foto: Istimewa)
Makassar -

Mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan, berinisial MA (21) disekap dan diperkosa. Mahasiswi itu diduga disekap setelah menjadi korban penipuan lowongan pekerjaan.

Dia ditemukan dalam kondisi tangan terikat usai disekap selama 3 hari di sebuah rumah kontrakan di Makassar. Korban diduga disekap dan diperkosa oleh lelaki berinisial FR (30).

"Kami benar menemukan seorang perempuan dalam kondisi tangannya terikat. Selanjutnya korban kami amankan," kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abdul Latif dilansir detikSulsel, Rabu (13/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latif mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kontrakan di sebuah perumahan elite di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar. Pemilik kontrakan dikagetkan kemunculan korban dari dalam rumah.

"Pemilik kontrakan datang memeriksa rumah karena masa sewanya telah habis. Saat pemilik rumah mengetuk pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah," ujarnya.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil sementara, pelaku diduga merupakan pihak yang menyewa rumah tersebut selama kurang lebih tiga hari," ujarnya.


Korban diduga sudah disekap dalam rumah sejak Jumat (8/5) hingga Minggu (10/5). Selama disekap korban juga mengaku diperkosa oleh pelaku.

"Korban diketahui mengenal pelaku melalui Facebook. Rumah tersebut disewa sekitar tiga hari, mulai Jumat hingga kejadian terungkap pada Minggu," jelasnya.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih mengidentifikasi keberadaan pelaku.

"Saat ini pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Ketika petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi, pelaku sudah melarikan diri," jelasnya.

Latif mengatakan, korban diduga menjadi korban penipuan modus lowongan pekerjaan. Korban melamar pekerjaan dari media sosial yang ditawarkan oleh pelaku. Lalu korban diminta datang ke lokasi.

"Awal mula kejadian bermula saat korban melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian," jelasnya.

Latif belum memastikan jenis pekerjaan yang dilamar oleh korban. Namun korban sudah diminta menginap di rumah yang dikontrak oleh pelaku setelah diterima kerja.

"Ada juga dugaan tindak pemerkosaan berdasarkan keterangan awal korban," ujarnya.




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads