Harga LPG 12 Kg Naik, Bahlil Jamin Harga LPG Subsidi Tak Berubah

Harga LPG 12 Kg Naik, Bahlil Jamin Harga LPG Subsidi Tak Berubah

Heri Purnomo - detikSumbagsel
Minggu, 19 Apr 2026 18:20 WIB
Seskab Teddy Indra Wijaya bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Eva Safitri/detikcom.)
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) memberlakukan harga baru untuk LPG 12 kilogram (kg)perSabtu (18/4/2026). Harga di tiap wilayah berbeda-beda.

Berdasarkan laman resmi Pertamina Patra Niaga dikutip Minggu (19/4/2026) harga LPG Bright Gas 5,5 kg kini berada di kisaran Rp 100.000 hingga Rp 134.000 per tabung. Sementara untuk LPG Bright Gas ukuran 12 kg kini berada di kisaran Rp 220.000 per tabung hingga Rp 265.000 per tabung.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut bahwa LPG 12 kg memang untuk orang-orang yang tergolong mampu, sehingga saat ada kenaikan harga, seharusnya tidak menjadi masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mau tanya, kalau nonsubsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah? Ya udah orang mampu, kan gini lho bos, negara itu hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya itu adalah kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu. Kalau yang mampu, ya harusnya dia berkontribusi untuk saling membantu itu aja kok," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Di sisi lain, pemerintah menjamin harga LPG 3 kg tidak naik. Langkah tidak menaikkan harga tersebut merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

"Kalau yang subsidi tetap (LPG 3 kg). Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden dan perintah juga aturan. Jadi itu ya," terang Bahlil.

Bahlil mengingatkan masyarakat yang mampu tidak membeli LPG 3 kg.

"Jadi kalau masa contoh model kayak orang kaya, ya masa orang kaya pendapatannya di atas Rp 500 juta per bulan disuruh pakai LPG 3 kilo? Sorry ye," katanya.

Dia menyebut stok LPG pun saat ini dalam kondisi aman, meskipun kebutuhan LPG Indonesia masih banyak bergantung pada impor.

"Alhamdulillah kita dengan Pertamina, dengan kami di ESDM dan semua pemangku kepentingan selalu melakukan konsolidasi untuk mencari alternatif-alternatif terbaik. Dan sekarang posisi LPG kita di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah clear," tutur Bahlil.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads