Mengecilnya Ukuran Tempe dan Tahu di Palembang Imbas Harga Kedelai Naik

Sumatera Selatan

Mengecilnya Ukuran Tempe dan Tahu di Palembang Imbas Harga Kedelai Naik

Widia Ardhana, Mutiara Helia Praditha - detikSumbagsel
Kamis, 09 Apr 2026 21:40 WIB
Ukuran tempe di Pasar Tradisional Palembang
Foto: Ukuran tempe di Pasar Tradisional Palembang (Widia Ardhana)
Palembang -

Kenaikan harga kedelai mulai berdampak pada ukuran tempe dan tahu yang dijual di pasar tradisional Palembang. Meski produk mengecil, harga jual kepada konsumen tetap dipertahankan.

Seorang pedagang di Pasar Padang Selasa Palembang, Husen menyebutkan, perubahan ukuran tersebut mulai terasa sekitar sepekan terakhir akibat mahalnya harga bahan baku kedelai.

"Sudah seminggu ukuran tempe dan tahu yang kami terima mengecil, karena harga kedelai sedang tinggi dan berpengaruh ke produsen. Jadi ukuran yang kami terima pun lebih kecil," ujarnya, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, meski ukuran mengecil, harga tetap tidak berubah. Tempe mendoan dijual Rp 5.000-Rp 6.000, tempe biasa Rp 3.500-Rp 4.000, dan tahu Rp 1.000-Rp 2.000 per potong.

"Ukurannya memang mengecil, tapi harganya tetap sama. Ada pembeli yang sadar, ada juga yang tidak memperhatikan perbedaannya," katanya.

ADVERTISEMENT

Selain kedelai, kenaikan harga plastik turut menjadi faktor tambahan. Harga plastik kantong kresek yang sebelumnya Rp 10.000 per pak kini naik menjadi Rp 13.000-Rp 14.000.

"Ini juga karena harga plastik naik drastis. Biasanya Rp 10.000 per pak, sekarang sudah Rp 13.000-Rp 14.000," ujarnya.

Sementara itu pedagang lain, Maria, mengatakan cabai rawit burung menjadi komoditas dengan lonjakan paling mencolok, hari ini Rp 80.000 per kilogram.

"Sepekan lalu harga cabai rawit burung Rp 80.000 sudah turun kemarin Rp 55.000, eh ini naik lagi jadi Rp 80.000," ujarnya

Katanya, cabai merah dan cabai hijau stabil di angka Rp 60.000 per kilogram. Bawang merah naik dari Rp 35.000 menjadi Rp 50.000, serta bawang putih Rp 45.000.

Ia mengatakan, harga tomat melonjak dari Rp 6.000-Rp 7.000 menjadi Rp 10.000-Rp 12.000 per kilogram. Kenaikan juga mulai terjadi pada sejumlah sayur-sayuran lain.

"Ini juga tomat naik, hari ini Rp 12.000. Sayur-sayuran lain juga sudah mulai sedikit naik harganya," ujarnya.

Sementara di Pasar Tradisional Kuto, Palembang, harga pangan menunjukkan tren penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

Harga ayam potong kini berada di angka Rp 35.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp 40.000 per kilogram. Cabai merah juga mengalami penurunan dari Rp 40.000 menjadi Rp 28.000 per kilogram.

Penurunan harga turut terjadi pada cabai burung yang kini dijual Rp 60.000 per kilogram, dari sebelumnya sempat menyentuh Rp 85.000. Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih terpantau stabil masing-masing di angka Rp 48.000 dan Rp 40.000 per kilogram.

Untuk komoditas sayuran lainnya, harga tomat berada di kisaran Rp 15.000 per kilogram, sedangkan kentang dijual Rp 16.000 per kilogram. Harga tersebut relatif stabil dalam beberapa hari terakhir tanpa lonjakan berarti.

Salah seorang pedagang ayam, Joni, mengatakan penurunan harga mulai terasa setelah pasokan kembali normal usai Lebaran.

"Sekarang ayam sudah turun jadi Rp 35 ribu, sebelumnya sempat Rp 40 ribu. Stok juga sudah mulai banyak, jadi harga ikut turun," ujarnya.

Sementara itu, pedagang sayur, Ana, menyebut harga cabai dan sejumlah sayuran mulai berangsur turun sehingga pembeli kembali ramai.

"Cabai merah sekarang Rp 28 ribu, kemarin sempat mahal sampai Rp 40 ribu. Cabe burung juga turun jauh. Pembeli sekarang mulai ramai lagi karena harga sudah lebih terjangkau," katanya.

Para pedagang berharap harga bahan pokok tetap stabil agar aktivitas jual beli di pasar terus meningkat dan daya beli masyarakat terjaga.

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana dan Mutiara Helia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads