Polda Sumsel melalui Direktorat PPA dan PPO telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menelusuri kebenaran informasi, adanya video sejumlah pria mengaku terlantar di Kamboja.
"Untuk saat ini kami belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga yang berada di dalam video. Namun Direktorat PPA dan PPO sudah berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel untuk melakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mukmin Wijaya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, kepolisian masih mendalami identitas para pria dalam video, termasuk memastikan apakah mereka benar warga Sumsel dan bagaimana kronologi keberangkatan mereka ke Kamboja. Pihaknya juga membuka ruang bagi keluarga yang merasa anggota keluarganya berada dalam video tersebut untuk segera melapor.
"Kita masih melakukan penyelidikan terhadap akun yang memviralkan diduga adanya warga Palembang di negara tersebut (Kamboja). Untuk laporan terkait apakah ada tindak pidana perdagangan orang juga belum ada," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memastikan jika Pemerintah Indonesia tak memiliki kerja sama resmi dengan Kamboja terkait pengiriman tenaga kerja. Hal itu menyusul viral video sejumlah pria mengaku terlantar di Kamboja.
"Perlu diketahui bahwa Indonesia tidak memiliki kerja sama dengan Kamboja dalam hal pengiriman tenaga kerja. Hal ini penting agar masyarakat lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan di sana," ujar Deru.
Terkait video yang beredar, pihaknya telah mencoba menghubungi pengunggah video melalui delivery message (DM) dan sambungan telepon. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan respons.
"Jadi, kita akan cari tahu dulu benar atau tidaknya video yang beredar tersebut," katanya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam. Saat ini, kepolisian tengah melakukan pelacakan untuk memastikan identitas dan lokasi para warga yang tampil dalam video tersebut.
"Kita pastikan dulu kebenarannya. Pihak kepolisian sudah melakukan pelacakan. Kami ingin memastikan apakah benar mereka warga Sumsel dan bagaimana kondisi riilnya, agar langkah yang diambil tepat sasaran," ungkapnya.
Simak Video "Video Kisah WNI Eks Pekerja Penipuan Online Kamboja: Dipukul-Tak Diberi Makan"
(dai/dai)