7 Daftar Tradisi Lebaran di Indonesia yang Unik, Ada Ronjok Sayak dari Bengkulu

Rika Amelia - detikSumbagsel
Sabtu, 21 Mar 2026 07:00 WIB
Ilustrasi Lebaran. (Foto: Getty Images/iStockphoto/May Lim)
Bengkulu -

Hari Raya Idulfitri di Indonesia tidak hanya identik dengan salat Id, ketupat, dan silaturahmi. Di berbagai daerah, masyarakat juga memiliki tradisi Lebaran yang unik dan penuh makna. Tradisi tersebut biasanya diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari budaya lokal.

Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam merayakan Lebaran. Mulai dari kegiatan makan bersama, arak-arakan budaya, hingga tradisi yang berkaitan dengan rasa syukur dan kebersamaan.

Berikut daftar tradisi Lebaran di Indonesia dari berbagai daerah Unik dan menarik untuk diketahui dan masih dilestarikan hingga kini.Yuk simak!

7 Daftar Tradisi Lebaran di Indonesia yang Unik

Berikut 7 daftar tradisi unik untuk menyambut lebaran yang ada di Indonesia, dilansir laman Kemenparekraf RI.

1. Grebeg Syawal (Yogyakarta)

Grebeg Syawal merupakan tradisi khas dari Yogyakarta yang telah ada sejak abad ke-16 dan menjadi bagian penting dalam perayaan Idulfitri. Tradisi ini mencerminkan rasa syukur masyarakat setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan dan hingga kini masih dilestarikan sebagai warisan budaya yang penuh makna.

Daya tarik utamanya adalah tujuh gunungan berisi hasil bumi dan makanan yang diarak dari Keraton Yogyakarta dengan iringan pasukan kerajaan. Setelah prosesi selesai, masyarakat akan memperebutkan isi gunungan karena dipercaya membawa berkah, sekaligus menjadi simbol kebersamaan antara masyarakat dan pihak keraton.

2. Ronjok Sayak (Bengkulu)

Ronjok Sayak adalah tradisi khas Bengkulu dengan membakar tumpukan batok kelapa hingga menyerupai gunung api, biasanya dilakukan saat malam takbiran. Tradisi yang sudah berlangsung sejak lama ini memiliki makna spiritual, di mana api dipercaya sebagai penghubung manusia dengan leluhur, sekaligus menjadi simbol rasa syukur dalam menyambut Idulfitri.

3. Sedekah Bumi (Jawa Tengah)

Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas berkah yang diterima sepanjang tahun, yang diwujudkan melalui kegiatan berbagi makanan kepada warga sekitar, terutama yang membutuhkan.

Menjelang Lebaran, masyarakat biasanya menyiapkan berbagai hidangan khas seperti opor ayam, rendang, dan kue kering untuk dibagikan kepada tetangga dan kerabat. Selain mempererat tali silaturahmi, tradisi ini juga menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan kesederhanaan, sehingga suasana Idulfitri terasa lebih hangat dan penuh makna.

4. Tradisi Meugang (Aceh)

Di Aceh, tradisi Meugang atau Makmeugang dilakukan menjelang Idulfitri dengan menyembelih sapi atau kambing, lalu dagingnya dimasak dan dibagikan kepada keluarga serta warga sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan.

Setelah sholat Ied, masyarakat melanjutkan dengan ziarah makam dan saling berkunjung ke rumah kerabat untuk bermaaf-maafan. Tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai silaturahmi dan kekeluargaan di Aceh.



Simak Video "Video: Ribuan Umat Muslim Salat Id di Marina Waterfront City Labuan Bajo"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB