Ciri Khas Bahasa Palembang Lengkap Contoh Kosakata Halus dan Sehari-hari

Ciri Khas Bahasa Palembang Lengkap Contoh Kosakata Halus dan Sehari-hari

Muhammad Alyuda Tri Utama - detikSumbagsel
Senin, 16 Feb 2026 08:30 WIB
Ilustrasi/ Palembang, Sumsel
Ilustrasi Palembang. (Foto: Raja Adil Siregar-detikcom)
Palembang -

Bahasa Palembang merupakan salah satu Bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat di Kota Palembang dan sekitarnya. Bahasa ini memiliki ciri khas yang membedakan dengan dialek wilayah lain.

Secara historis, bahasa Palembang termasuk dalam rumpun bahasa Melayu. Berikut detikSumbagsel rangkum ciri khas dari bahasa Palembang, hingga kata yang sering dan jarang di dengar. Simak sampai akhir ya!.

Sejarah Bahasa Palembang

Dilansir laman Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata, Palembang memiliki keberagaman kosakata yang dipengaruhi oleh sejarah Palembang sebagai pusat perdagangan dan pertemuan antar budaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa kata memiliki makna sejarah atau kultural Melayu yang dipakai dalam bahasa perdagangan. Seiring waktu berkembang dan beradaptasi dengan pengaruh budaya lokal, serta interaksi dengan pedagang dari berbagai negara menciptakan bahasa Palembang yang kini dikenal.

Ciri Khas Bahasa Palembang

Salah satu ciri khas bahasa Palembang terletak pada logat dan intonasinya yang terdengar lembut namun tegas. Banyak kata yang diakhiri dengan bunyi "o" atau "e" yang berbeda dari bahasa Indonesia baku. Misalnya, kata "apa" sering diucapkan menjadi "apo", dan "kemana" menjadi "kemano".

ADVERTISEMENT

Bahasa Palembang juga memiliki sistem tingkat tutur, yaitu bahasa Palembang halus dan sari-sari (sehari-hari). Bahasa Palembang halus digunakan dalam situasi resmi, adat, atau saat berbicara dengan orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan.

Sementara itu, bahasa sehari-sari digunakan dalam percakapan antar teman atau keluarga. Keunikan lainnya adalah penggunaan kata sapaan khas seperti "cek" (untuk memanggil perempuan), "yuk" (kakak perempuan), dan "kando" (kakak laki-laki). Penggunaan sapaan ini mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan dalam budaya Palembang.

Contoh Kosakata Bahasa Palembang

Berikut beberapa kosakata bahasa Palembang sehari-hari yang sering didengar dan diketahui oleh masyarakat luar daerah:

  • Galo: Semua
  • Kemano: Kemana
  • Dio: Dia
  • Kagek: Nanti
  • Pacak: Bisa
  • Dak: Tidak
  • Nian: Sekali / Sangat
  • Lemak: Enak
  • Begalo: Bertengkar
  • Ngapo: Mengapa
  • Tebo: Bodoh / kurang cerdas (digunakan secara bercanda dalam konteks tertentu)
  • Cakcak: Berbicara banyak
  • Mabok kepayang: Jatuh cinta berat

Kosakata tersebut memperlihatkan bahwa Bahasa Palembang memiliki identitas linguistik yang kuat dan khas.

Adapun kosakata bahasa Palembang halus yang jarang digunakan seperti.

  • Apar: Lapangan/Tempat Luas
  • Kecibung: Berkumpul/Mandi Bersama
  • Nyana: Mengira/Menyangka
  • Tembung: Kata/Perkataan
  • Sere: Sisir/Minggir
  • Gelek: Mau/Suka (Memiliki makna yang sama dengan "galak", tapi lebih halus)
  • Mecah: Mulai/Memecah
  • Cindo: Cantik/Sayang
  • Siloh: Mau
  • Megine: Pergi

Eksistensi Bahasa Palembang di Masyarakat

Bahasa Palembang bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Sumsel. Bahasa ini digunakan dalam upacara adat, pernikahan tradisional, hingga pertunjukan seni seperti dul muluk dan pantun Palembang.

Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa ini mempererat hubungan sosial serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Demikian informasi mengenai ciri khas bahasa Palembang, sejarah singkat, hingga beberapa contoh katanya yang unik. Semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Muhammad Alyuda Tri Utama peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(mep/mep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads