Palembang bukan sekadar kota tertua di Indonesia, namun juga merupakan pusat peradaban yang menyimpan Sejarah lewat bangunannya. Keberadaan bangunan bersejarah Palembang menjadi bukti nyata Sejarah yang pernah ada.
Mulai dari masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang Darussalam, hingga masa kolonialisme Belanda meninggalkan banyak jejak di Kota Palembang.
Penting untuk menjaga dan mengetahui sejarah ini sebagai sarana edukasi bagi generasi mendatang. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 10 bangunan bersejarah Palembang yang wajib diketahui di Kota Palembang.
10 Bangunan Bersejarah Palembang
1. Masjid Agung Palembang
Masjid Agung merupakan salah satu peninggalan dari era Kesultanan Palembang Darussalam. Dilansir dari website resmi Baznas, Masjid Agung Palembang didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo pada tahun 1738.
Masjid ini terletak di utara Istana Kesultanan dan berdekatan dengan aliran Sungai Musi yang melegenda. Proses pembangunan rumah ibadah ini memakan waktu sekitar sepuluh tahun sebelum akhirnya diresmikan pada 26 Mei 1748.
Pada awal berdirinya, masjid ini dikenal dengan nama Masjid Sultan dan memiliki kapasitas menampung hingga 1.200 jemaah, yang menjadikannya sebagai salah satu masjid terbesar di Nusantara pada masanya. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Agung juga berfungsi sebagai pusat kajian Islam.
2. Jembatan Ampera
Jembatan Ampera merupakan simbol kemajuan dan persatuan bagi masyarakat Palembang. Gagasan untuk membangun jembatan yang menghubungkan wilayah Seberang Ilir dan Seberang Ulu sebenarnya sudah ada sejak tahun 1906.
Namun, rencana tersebut baru direalisasikan pada masa kemerdekaan Indonesia atas restu Presiden Soekarno. Lokasi pembangunan yang dipilih berada di kawasan 7/10 Ulu menuju jalan Sudirman, yang merupakan titik nadi perekonomian kota.
Sejak diresmikan, jembatan ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Termasuk perubahan fungsi mekanis yang dahulu memungkinkan bagian tengah jembatan terangkat untuk jalur kapal besar.
3. Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera)
Pembangunan Monpera bertujuan untuk menghormati jasa para pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan. Dikutip dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang, lokasi monumen ini merupakan bagian dari area pertempuran antara Tentara Pelajar Sumatera Selatan melawan NICA.
Peristiwa bersejarah tersebut dikenal dengan nama Perang 5 Hari 5 Malam yang terjadi pasca proklamasi kemerdekaan. Struktur bangunan Monpera memiliki makna mendalam pada setiap bagian arsitekturnya.
Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi benda bersejarah, foto perjuangan, hingga senjata yang digunakan masa revolusi. Keberadaan monumen ini di pusat kota menjadi pengingat bagi masyarakat akan perjuangan kemerdekaan.
4. Pasar 16 Ilir
Dilansir dari penelitian berjudul Penggunaan Metoda Juxtaposisi untuk Bangunan Pasar Bersejarah 16 Ilir Palembang oleh Muhammad Fajri Romdhoni, pasar 16 Ilir sudah beroperasi sejak tahun 1662 ketika pusat kekuasaan dipindahkan ke kawasan Kuto Cerancang.
Kawasan ini berkembang pesat saat terjadi fenomena rubber boom pada awal abad ke-20. Hingga saat ini, Pasar 16 Ilir tetap eksis sebagai tujuan wisata belanja utama bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara.
5. Museum Tekstil
Museum Tekstil Palembang merupakan salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh di Jalan Merdeka. Di dalam museum ini, tersimpan lebih dari 500 koleksi benda bersejarah.
Di sini juga terdapat ragam kain tradisional seperti Songket dan kain ikat yang memiliki nilai seni tinggi. Selain sebagai tempat penyimpanan kain, kawasan ini juga menyimpan artefak luar ruang yang menarik perhatian.
Dikutip dari penelitian "Simulasi Desain dengan Konsep Adaptive Reuse pada Bangunan Tekstil di Kota Palembang" oleh Dessa Andriyali, dkk., karakter kolonial di gedung ini diperkuat dengan adanya meriam kuno yang terletak di bagian depan.
Simak Video "Video: Jemaah Salat Id Masjid Agung Palembang Tumpah hingga Jembatan Ampera"
(dai/dai)