Antrean BBM di Sumsel Panjang, Pertamina Gandeng Aparat Penegak Hukum

Sumatera Selatan

Antrean BBM di Sumsel Panjang, Pertamina Gandeng Aparat Penegak Hukum

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Minggu, 12 Jul 2026 16:30 WIB
Antrean Truk Isi Solar di SPBU Pertamina Margomulyo Surabaya
Foto: Ilustrasi pengisian BBM di SPBU (Jemmi Purwodianto)
Palembang -

Pertamina memastikan pasokan BBM solar bersubsidi masih aman dan mencukupi sesuai dengan kuota di SPBU di Sumsel yang juga sudah sesuai dengan BPH Migas. Namun pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait masih adanya antrean BBM yang cukup panjang di beberapa SPBU.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, masih ada beberapa SPBU di Palembang yang mengalami antrean panjang khususnya yang ingin mengisi BBM jenis Solar. Terkait statement Gubernur Sumsel Herman Deru terkait dugaan mafia migas. Pertamina Patra Niaga Sumbagsel sudah menerapkan penggunaan scan barcode, yang harus sesuai dengan jenis dan plat nomor kendaraan.

Menurut Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto mengatakan Pertamina akan melakukan pengecekan kondisi di lapangan, terutama ke SPBU-SPBU yang mengalami antrean panjang berkoordinasi dengan pemerintah daerah di Sumsel dan menggandeng pihak kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini tercatat ada beberapa SPBU saja yang antre panjang dan itu yang akan kita cek langsung ke lapangan. Kita akan segera berkolaborasi, kemungkinan pengecekan langsung ke penyalur BBM subsidi, termasuk daerah yang mengusulkan penambahan kuota solar yang tinggi," katanya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, konsumsi BBM solar subsidi juga bisa dilihat dari jenis kendaraan, seperti mobil roda 6 dengan kuota 200 liter solar per harinya, tidak mungkin habis dalam sehari saja jika aktivitasnya di dalam Kota Palembang saja, kecuali digunakan untuk perjalanan hingga ke lintas provinsi.

"Seperti kendaraan pribadi yang antre setiap hari, harus dicari tahu penggunaannya untuk apa. Konsumsi BBM itu harus sewajarnya dan cukup untuk kendaraan. Tidak mungkin semua kendaraan habis 60 liter selama seharian," ujarnya.

Pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan kecurangan atau tindak pidana dalam prosedur penyaluran BBM di SPBU-SPBU.

"Kita juga akan memecat kerjasama dengan lembaga penyaluran SPBU yang terbukti curang. Penyaluran harus sesuai prosedur, mau itu operator, staf SPBU dan lainnya, kami sudah menyampaikan hal itu," tuturnya.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads