Realisasi investasi di wilayah Sumatera Selatan, pada pada triwulan I 2026 tercatat Rp 12,96 triliun. Angka itu mengalami penurunan 5,54 persen dibandingkan triwulan I 2025 yang sebesar Rp 13,72 triliun.
Kapokja Data dan Informasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel Eko Agusrianto mengatakan realisasi sepanjang Januari-Maret 2026 terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 2,54 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 10,43 triliun.
"Berdasarkan perbandingan year on year, PMA mengalami penurunan sebesar 34,54 persen dari Rp 3,88 triliun menjadi Rp 2,54 triliun. Sementara PMDN meningkat dari Rp 9,84 triliun menjadi Rp 10,43 triliun atau naik 5,99 persen," ujar Eko, Kamis (4/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, salah satu faktor yang mendorong peningkatan PMDN adalah semakin tingginya kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal melalui OSS.
"Sedangkan penurunan PMA, salah satunya dipicu oleh konflik global, yang membuat investor kesulitan mengimpor," ungkapnya.
Tahun ini, Sumsel memiliki target investasi RPJMD sebesar Rp 45,68 triliun. Sedangkan secara nasional, target dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI sebesar Rp 73,7 triliun.
Untuk realisasi investasi PMA, terbanyak di OKI yang mencapai Rp 1,21 triliun (47,76 persen), Muara Enim Rp 535 miliar (21,11 persen), Palembang Rp 244 miliar (9,65 persen), Banyuasin Rp 237 miliar (9,35 persen), dan Musi Rawas Rp 93 miliar (3,7 persen).
"PMa terbanyak pada sektor industri kertas dan percetakan mencapai Rp 1,2 triliun dan sektor listrik, gas dan air Rp 407 miliar," tambahnya
Sedangkam PMDN, terbanyak di Musi Banyuasim Rp 2,31 triliun (22,11 persen), OKI Rp 2,08 triliun (19,94 persen), Palembang Rp 1,96 triliun (18,84 persen), Muara Enim Rp 1,06 triliun (10,13 persen), PALI Rp 832 miliar (7,98 persen).
"Pada PMDN, sektor pertambangan menjadi yang tertinggi dengan Rp 2,7 triliun; tanaman pangan, perkebunam dan peternakan Rp 2,07 triliun, dan industri makanan Rp 1,62 triliun," jelasnya.
(csb/csb)











































