Sumsel Pegang 8 Persen dari Total Luas Kebun Sawit Nasional

Sumatera Selatan

Sumsel Pegang 8 Persen dari Total Luas Kebun Sawit Nasional

Widia Ardhana - detikSumbagsel
Jumat, 17 Apr 2026 01:00 WIB
ScreenshotGubernur Sumsel Herman Deru
Gubernur Sumsel Herman Deru (Foto: Ani Safitri)
Palembang -

Sumatera Selatan (Sumsel) memegang sekitar delapan persen dari total luas kebun sawit nasional. Hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan hilirisasi industri dan penguatan ekonomi daerah.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan besarnya kontribusi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong peran strategis daerah di sektor sawit.

"Jadi lengkapnya 16,8 juta hektare sawit se-Indonesia dan di Sumatera Selatan ini berarti lebih kurang 8% jumlah kebunnya dari total sawit nasional," ujarnya, Kamis (16/4/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, kontribusi tersebut tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga berpengaruh terhadap dinamika ekspor nasional.

"Ini juga cukup besar kontribusinya dalam fluktuasi produksi maupun ekspor seperti yang dilaporkan oleh para narasumber diawal," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Di tengah tantangan global, kata dia sektor sawit dinilai masih mampu menjaga stabilitas ekonomi. Meski demikian, ketahanan ekonomi nasional dinilai tetap terjaga

"Tadi ada data tercatat turunnya sampai 30% ekspor gara-gara situasi global di tengah perang di kawasan Persia, tapi ketahanan kita masih terjaga. Nyatanya pertumbuhan ekonomi kita masih terjaga untuk sampai dengan saat ini," ujarnya.

Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi dan hilirisasi industri sawit di daerah.

"Mudah-mudahan ke depan dengan solidnya kita berorganisasi dan berkontribusi untuk memberikan pikiran-pikiran hebat, dan ini bisa tetap terjaga," katanya.

Dalam konteks produktivitas, ia mengakui Indonesia masih menghadapi ketertinggalan dibanding negara lain. Karena itu, ia berharap forum yang digelar dapat menghasilkan solusi konkret bagi peningkatan produktivitas dan penguatan ekonomi daerah.

"Kita masih kalah jauh dengan Malaysia, dengan produksi perusahaan mereka yang pada luasan jauh di bawah, namun produksinya bisa lebih optimal. Saya yakin pertemuan atau forum ini akan menjadi wadah untuk melahirkan teknik-teknik yang dapat menjadi pendorong bagi perekonomian daerah dan perekonomian negara." tuturnya

Artikel ini ditulis oleh Widia Ardhana peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(csb/csb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads