Tingkat inflasi di Sumatera Selatan(Sumsel), tercatat masih relatif terkendali dan berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini menunjukkan stabilitas harga di daerah tetap terjaga.
Kepala BPS Provinsi Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengatakan bahwa inflasi Sumsel saat ini berada di angka 0,29 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 0,41 persen.
"Inflasi Sumatera Selatan saat ini masih relatif terkendali 0,29 persen di bawah inflasi nasional 0,41 persen," ujarnya, Rabu (1/4/2026)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, sebelumnya telah diantisipasi adanya potensi gejolak harga menjelang momen Ramadan dan Idulfitri.
"Seperti yang kita antisipasi sebelumnya, kita sampaikan gejolak dalam rangka menyambut Ramadan dan Idulfitri," katanya.
Menurutnya, inflasi sempat mengalami kenaikan saat menjelang Ramadan akibat meningkatnya aktivitas belanja masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga.
"Inflasi kita agak tinggi ketika menyambut Ramadan, 0,58 persen karena mungkin masyarakat membeli barang untuk stok di rumah," jelasnya.
Meski demikian, ia berharap kondisi inflasi tetap dapat dijaga di tengah tekanan global yang masih berlangsung.
"Harapannya tetap kita jaga inflasi kita, di tengah tekanan secara global," tambahnya.
Upaya pengendalian inflasi juga dilakukan melalui berbagai program pemerintah, seperti pasar murah dan inspeksi mendadak (sidak) di pasar untuk mencegah penimbunan barang.
"Kami juga kemarin menyarankan program pasar murah dan sidak pasar agar tidak terjadi penimbunan, dan alhamdulillah dilaksanakan oleh pemerintah," ungkapnya.
Ia menilai, langkah tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
"Sehingga beberapa target pasar murah itu bisa mengendalikan tingkat harga tidak bergejolak begitu tinggi," tutupnya.
Artikel ini ditulis oleh Rika Amelia Peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker detik.com
(dai/dai)











































