Selat Hormuz Iran Ditutup Setelah Diserang Amerika Serikat dan Israel

Internasional

Selat Hormuz Iran Ditutup Setelah Diserang Amerika Serikat dan Israel

Anisa Indraini - detikSumbagsel
Minggu, 01 Mar 2026 11:30 WIB
FILE PHOTO: An aerial view of the Iranian shores and the island of Qeshm in the strait of Hormuz, December 10, 2023. REUTERS/Stringer/File Photo
Foto: Potret Selat Hormuz di Iran (REUTERS/Nicolas Economou)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran. Imbas dari serangan ini, Selat Hormuz ditutup. Beberapa pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar dan perusahaan perdagangan telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar dan gas alam cair (LNG).

"Kapal-kapal kami akan tetap di tempat selama beberapa hari," kata seorang eksekutif senior di sebuah perusahaan perdagangan besar dikutip dari independent.co.uk, Minggu (1/3/2026).

Citra satelit dari pelacak kapal tanker menunjukkan kapal-kapal menumpuk di dekat pelabuhan-pelabuhan besar, seperti Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA) dan tidak bergerak melalui Selat Hormuz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa kapal di daerah tersebut menerima transmisi VHF dari Garda Revolusi Iran yang menyatakan bahwa "tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz", kata seorang pejabat dari misi angkatan laut Uni Eropa Aspides kepada Reuters.

Angkatan Laut Inggris menyebut perintah Iran tidak mengikat secara hukum dan menyarankan kapal-kapal untuk melintas dengan hati-hati.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, asosiasi kapal tanker INTERTANKO mengatakan Angkatan Laut AS telah memperingatkan agar tidak berlayar di area tersebut yakni seluruh Teluk Persia, Teluk Oman, Laut Arab Utara dan Selat Hormuz. Mereka mengatakan tidak dapat menjamin keselamatan pelayaran.

Kementerian pelayaran Yunani juga menyarankan kapal-kapal untuk menghindari Teluk Persia, Teluk Oman dan Selat Hormuz. Di sisi lain, sekitar 20% minyak global dari produsen seperti Arab Saudi, UEA, Irak, Kuwait dan Iran melewati Selat Hormuz, serta sejumlah besar LNG dari Qatar.

Lantas mengapa Selat Hormuz sangat krusial?

Dilansir detikNews, Selat Hormuz merupakan jalur air penting yang berada di antara Oman dan Iran, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Badan Informasi Energi AS (EIA) menyebutnya sebagai "titik penyempitan transit minyak terpenting di dunia."

Pada titik tersempitnya, lebar selat hanya sekitar 33 kilometer, dengan jalur pelayaran masing-masing sekitar 3 kilometer ke dua arah, sehingga lalu lintasnya padat dan berisiko.

Volume besar minyak mentah yang diproduksi negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak dari ladang minyak di kawasan Teluk Persia, dan dikonsumsi secara global, mengalir melalui selat ini.

Sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar diperkirakan melintasi jalur tersebut setiap hari, menurut data Vortexa, konsultan pasar energi dan pengapalan.

Qatar, salah satu produsen gas alam cair atau LNG terbesar di dunia, juga sangat bergantung pada selat itu untuk mengekspor LNG-nya.

Di sisi lain, EIA memperkirakan sekitar 82 persen pengiriman minyak mentah dan bahan bakar lain yang melintasi selat ditujukan ke konsumen di Asia.

Cina, India, Jepang, dan Korea Selatan menjadi tujuan utama. Keempat negara tersebut secara bersama-sama menyumbang hampir 70 persen dari total arus minyak mentah dan kondensat yang melewati Selat Hormuz. Pasar-pasar inilah yang kemungkinan paling terdampak jika terjadi gangguan pasokan.

Sementara itu, negara-negara Arab Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz.

Kedua negara membangun infrastruktur untuk menyalurkan sebagian minyak mentah melalui rute lain. Arab Saudi mengoperasikan Pipa Minyak Mentah Timur-Barat dengan kapasitas 5 juta barel per hari. Sementara Uni Emirat Arab memiliki pipa yang menghubungkan ladang minyak daratnya ke terminal ekspor Fujairah di Teluk Oman.

EIA memperkirakan sekitar 2,6 juta barel minyak mentah per hari dapat dialihkan untuk menghindari Selat Hormuz jika terjadi gangguan di jalur tersebut.




(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads