Harga bahan pokok di Musi Rawas, Sumatera Selatan mulai menurun di akhir bulan Januari 2026. Untuk ayam potong saat ini mencapai Rp 39.000/kg, sementara telur ayam ras sudah mencapai harga Rp 54.000/karpet.
Kabid Perdagangan Disperindag Musi Rawas, Fatimah mengatakan harga ayam potong di Pasar B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo yang sebelumnya mencapai Rp 42.000 kini sudah turun sebanyak Rp 3.000 menjadi Rp 39.000/kg.
Namun di Pasar Megang Sakti, Kecamatan Megang Sakti masih sama seperti sebelumnya yakni Rp 44.000/kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini harga daging ayam mengalami penurunan di Pasar B Srikaton meskipun tidak begitu signifikan yakni Rp 3.000. Di Megang Sakti tetap sama seperti Minggu kemarin yakni Rp 44.000/kg," katanya, Sabtu (31/1/2026).
Ia mengatakan perbedaan harga tersebut terjadi lantaran harga jual dari distributor di Kecamatan Megang Sakti tidak menurun dibandingkan dengan distributor di Kecamatan Tugumulyo. Hal tersebut diduga karena perbedaan jumlah stok ayam potong serta jarak menuju ke pasar.
"Dari pihak distributor Tugumulyo menurun harganya ke tingkat pedagang pasar. Sedangkan yang di Megang Sakti masih sama seperti minggu kemarin. Hal ini karena jaraknya, distributor rata-rata dari Lubuklinggau dan saat menuju ke Megang Sakti jauh. Selain itu stoknya juga kurang," jelasnya.
Sedangkan untuk harga telur ayam ras yang sebelumnya mencapai harga Rp 60.000/karpet, kini harganya menurun menjadi Rp 54.000/karpet di Pasar B Srikaton dan Pasar Megang Sakti.
"Untuk harga telur ayam ras masih stabil di tingkat pedagang. Dari pantauan di lapangan, harga telur ayam ras di Pasar B Srikaton dan Pasar Megang Sakti turun. Minggu kemarin sempat turun jadi Rp 56.000, sedangkan saat ini turun lagi jadi Rp54.000," katanya.
Fatimah memastikan untuk stok telur ayam ras sendiri masih aman dan belum terjadi kekurangan ataupun kekosongan di tingkat pedagang.
"Kalau stok masih banyak baik di Pasar Tugumulyo maupun di Pasar Megang Sakti. Saat ini stoknya sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan ataupun permintaan dari masyarakat," tuturnya.
(dai/dai)











































