Sumatera Selatan

Posko Layanan Kesehatan Gratis Monpera Layani Warga Terdampak Kabut Asap

Vinsca Hardyanti - detikSumbagsel
Kamis, 22 Okt 2026 22:30 WIB
Foto: Posko kesehatan gratis dampak karhuta di Monpera Palembang (Vinscha)
Palembang -

Posko Layanan Kesehatan Gratis di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Palembang, melayani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pelayanan kesehatan ini berlangsung setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Dokter umum dari Rumah Sakit Mata Palembang, dr. Indira, mengatakan jumlah pasien yang datang setiap hari berkisar tujuh hingga delapan orang, tetapi dapat meningkat hingga puluhan pasien. Bahkan, pada hari sebelumnya, jumlah pasien yang dilayani mencapai lebih dari 30 orang.

"Kalau untuk pasien rata-rata setiap harinya sekitar tujuh atau delapan orang. Paling banyak kemarin kami di angka 30-an pasien," ujarnya saat diwawancarai di Posko Kesehatan Gratis Monpera, Kamis (22/10).

Ia menjelaskan, jumlah kunjungan pasien biasanya meningkat pada hari Jumat karena lokasinya berdekatan dengan Masjid Agung Palembang. Sementara itu, jumlah pasien pada hari biasa dapat lebih sedikit karena masyarakat sedang menjalankan aktivitas masing-masing. Dalam pelayanan tersebut, terdapat lima personel dari Rumah Sakit Mata Palembang yang bertugas.

Menurut Indira, pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah dan saturasi oksigen untuk mengetahui kadar oksigen dalam darah serta mendeteksi kemungkinan gangguan pernapasan akibat paparan asap. Pihaknya juga menyediakan obat-obatan untuk menangani keluhan seperti ISPA, batuk, dan pilek, serta membagikan masker kepada masyarakat.

"Masyarakat yang datang pasti kami bagikan masker, tapi kalau misalkan lagi tidak ada pasien, biasanya pagi-pagi kami mulai ngasih-ngasihin masker di jalan," katanya.

Indira menyebutkan, pasien yang datang umumnya berusia 25 tahun ke atas, dengan jumlah terbanyak berada pada rentang usia 40 hingga 50 tahun. Sebagian di antaranya merupakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut, seperti pengemudi ojek, pedagang, dan warga yang bekerja di luar ruangan.

Selain keluhan ISPA, beberapa pasien juga mengalami mata kering akibat paparan asap.

Ia menambahkan, terdapat pasien yang datang dengan keluhan sesak napas dan memiliki riwayat penyakit asma. Pasien dengan kondisi ringan masih dapat ditangani di lokasi, sedangkan mereka yang mengalami sesak berat atau tidak kunjung membaik akan diarahkan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Kalau dirasa sesaknya berat atau tidak hilang-hilang, biasanya kami arahkan langsung ke rumah sakit," jelasnya.

Indira mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih terdampak asap karhutla. Apabila harus keluar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker dan kacamata untuk mengurangi paparan asap yang dapat memicu gangguan pernapasan maupun iritasi mata.

Ia juga mengingatkan warga yang memiliki riwayat asma, hipertensi, diabetes, dan penyakit lainnya agar lebih berhati-hati karena berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut.



Simak Video "Video: Penanganan dan Pencegahan Kasus ISPA Karena Karhutla"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork