Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palembang pada Selasa (20/10/2026). Akibatnya, kualitas udara masuk kategori berbahaya atau hitam.
Pantauan detikSumbagsel di sejumlah lokasi Palembang, terlihat kabut asap masih terlihat cukup pekat bahkan jarak pandang sedikit terbatas saat berkendara. Seperti di Jalan Demang Lebar Daun, dan Jalan Jendral Sudirman, kabut asap bahkan terlihat lebih pekat.
Sesekali kabut asap membuat mata sedikit perih dan tercium bau asap. Tebalnya kabut asap sedikit berkurang saat menjelang siang hari, akibatnya penglihatan sedikit membuat silau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pengendara Naufal (30) mengatakan kabut asap hari ini memang cukup tebal dibandingkan dua hari lalu. Menurutnya, kabut asap membuat mata sedikit perih.
"Padahal dua hari kemarin sudah mulai membaik, dan berkurang kabut asapnya. Tapi hari ini kembali tebal, apalagi pagi tadi," ujarnya, Selasa.
Naufal mengaku selalu menggunakan masker saat keluar ruangan karena asap yang pekat, dan memperbanyak minum air putih. Bahkan saat di dalam rumah. dia juga merasakan adanya asap yang masuk.
"Di dalam rumah juga kadang ada asap yang masuk dan terasa. Jadi saya tutup beberapa pentilasi rumah agar asap tidak masuk. Kalau keluar rumah saya selalu pakai masker," ujarnya.
Hal senada dikatakan warga lainnya bernama Amalia yang juga merasakan kabut asap dari karhutla yang terjadi di Sumsel. Dia merasakan mata perih dan susah bernapas.
"Mata perih ya kak, dan sedikit sudah bernapas karena asap dari karhutla ini," ujarnya.
Dia meminta pemerintah untuk dapat segera mengatasi karhutla yang terjadi di wilayah Sumsel, sehingga asap dapat hilang dan masyarakat dapat merasakan udara segar.
"Ya harapannya pemerintah dapat dengan segera mengatasi karhutla ini. Kami sudah merindukan udara segar dan melihta langit kembali cerah," ujarnya.
Pekatnya asap yang menyelimuti Palembang membuat kualitas udara berada pada kategori hitam atau level berbahaya pada Selasa pagi. Angka konsentrasi partikulat atau PM2.5 tercatat sempat di angka 476,9 µg/m³ pada dini hari.
Berdasarkan pantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang kualitas udara di Palembang tercatat kembali ke level berbahaya. Pada Senin (19/10), kualitas udara sempat berada dikategori tidak sehat atau kuning.
"Kualitas udara di Palembang kembali tercatat berada di level berbahaya sejak dini hari. Angka PM.25 tercatat di angka 476,9 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Selasa.
Ia menjelaskan Pada pukul 01.00 WIB tercatat di angka 436,1 µg/m³ dan meningkat pada pukul 02.00 WIB di angka 476,9 µg/m³. Setelah itu angka PM.25 perlahan menurun, pada pukul 03.00 WIB berada di 388,3 µg/m³.
Kemudian pada pukul 04.00 WIB turun ke angka 349,7 µg/m³ hingga pada pukul 08.00 WIB angka tersebut berada di 314,8 µg/m³ dan masih dalam kategori berbahaya.
